
Momuung.com – Fase Newborn sering kali terasa seperti berjalan sangat lama. Rasanya baru kemarin Mommy melahirkan, tapi sekarang setiap hari diisi dengan menyusui, mengganti popok, hingga begadang menemani Si Kecil. Di tengah rutinitas tersebut, mungkin pernah terlintas pertanyaan, sebenarnya sampai usia berapa bayi masih disebut newborn?
Meski terasa panjang, ternyata secara medis fase newborn hanya berlangsung selama beberapa minggu pertama setelah bayi lahir. Yuk, cari tahu berapa lama bayi disebut newborn, sekaligus kenali tahapan tumbuh kembang Si Kecil setelahnya agar Mommy bisa lebih memahami setiap fase perkembangannya.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan American Academy of Pediatrics (AAP), bayi dikategorikan sebagai newborn atau Bayi baru lahir sejak lahir hingga berusia 28 hari. Pada masa inilah tubuh dan organ bayi sedang beradaptasi dengan kehidupan di luar rahim, sehingga ia membutuhkan perhatian dan perawatan yang lebih intensif.
Setelah memasuki usia lebih dari 28 hari, Si Kecil tidak lagi termasuk kategori newborn, melainkan masuk ke fase infant atau bayi, yaitu sejak usia 1 bulan hingga 12 bulan. Selanjutnya, saat berusia 1 tahun, Si Kecil memasuki tahap balita (toddler) yang umumnya berlangsung hingga usia sekitar 3 tahun.
Banyak orang menganggap bayi usia 1 hingga 2 bulan masih termasuk newborn karena ukurannya masih sangat kecil dan kebutuhannya masih sama seperti bayi baru lahir. Padahal, secara medis istilah newborn hanya digunakan selama 28 hari pertama kehidupan.
Dokter anak sekaligus neonatolog, Jessica Madden, MD, IBCLC, juga menjelaskan bahwa meskipun masyarakat sering menganggap fase newborn berlangsung hingga usia sekitar 4-6 minggu, definisi medis tetap menetapkan bahwa periode newborn berakhir saat bayi mencapai usia 28 hari.
Meski hanya berlangsung sekitar satu bulan, perkembangan bayi baru lahir berlangsung sangat cepat.
Beberapa kemampuan yang mulai muncul pada fase ini antara lain:
Setiap bayi berkembang dengan kecepatannya masing-masing, jadi Mommy tidak perlu membandingkan perkembangan Si Kecil dengan bayi lain.
Begitu memasuki usia lebih dari 28 hari, bayi mulai memasuki tahap infant, yaitu hingga usia 1 tahun.
Pada periode ini, perkembangan Si Kecil akan semakin pesat. Beberapa tonggak perkembangan yang umumnya mulai muncul antara lain:
Tahun pertama kehidupan merupakan periode emas perkembangan otak bayi, sehingga stimulasi, nutrisi, dan kasih sayang dari orang tua sangat berperan penting.
Saat ulang tahun pertama, Si Kecil resmi memasuki masa balita atau toddler.
Menurut CDC, masa balita berlangsung sejak usia 1 hingga 3 tahun. Setelah itu, anak memasuki usia prasekolah.
Di masa balita, kemampuan anak berkembang semakin pesat, seperti:
Selain usianya, bayi baru lahir juga memiliki beberapa ciri khas yang normal terjadi selama minggu-minggu pertama kehidupannya.
Sebagian bayi lahir dengan kelopak mata yang tampak bengkak. Kondisi ini terjadi karena tekanan saat proses persalinan dan biasanya akan membaik dalam beberapa hari.
Pada awal kehidupan, penglihatan bayi juga masih belum fokus. Kemampuan melihat akan berkembang secara bertahap selama beberapa bulan pertama.
Tidak jarang pula mata bayi tampak sedikit juling. Selama tidak menetap, kondisi ini umumnya masih normal karena otot mata masih berkembang.
Kepala newborn bisa tampak sedikit lonjong atau berbentuk kerucut setelah lahir, terutama bila persalinan berlangsung normal.
Hal ini terjadi karena tulang tengkorak bayi masih lentur sehingga dapat menyesuaikan bentuk jalan lahir. Dalam beberapa hari hingga minggu, bentuk kepala biasanya akan kembali lebih bulat.
Setelah lahir, tali pusar akan dipotong dan menyisakan sedikit bagian yang masih menempel di perut bayi.
Awalnya tali pusar berwarna putih kebiruan, kemudian berubah menjadi cokelat hingga kehitaman sebelum akhirnya lepas sendiri dalam waktu sekitar 1-3 minggu.
Sedikit bercak darah saat tali pusar mulai lepas masih tergolong normal. Namun jika muncul bau tidak sedap, kemerahan yang meluas, atau keluar nanah, segera konsultasikan ke dokter.
Kulit bayi baru lahir masih sangat tipis sehingga lebih mudah mengalami iritasi.
Saat lahir, kulit bayi biasanya masih dilapisi vernix, yaitu lapisan putih seperti krim yang berfungsi sebagai pelindung alami kulit sekaligus membantu menjaga kelembapan.
Karena itu, Mommy tidak perlu terburu-buru membersihkan seluruh vernix. Sebaiknya hindari juga penggunaan losion atau skincare bayi selama bulan pertama kecuali memang dianjurkan oleh dokter.
Fase newborn memang penuh tantangan. Mommy perlu beradaptasi dengan rutinitas baru, mulai dari menyusui, mengganti popok, hingga menemani Si Kecil yang sering terbangun di malam hari. Meski terasa melelahkan, fase ini sebenarnya hanya berlangsung selama 28 hari pertama kehidupan dan akan berlalu lebih cepat dari yang dibayangkan.
Setiap hari akan ada perkembangan baru yang membuat Mommy takjub melihat tumbuh kembang Si Kecil. Jadi, jangan lupa menikmati setiap momen berharga bersama buah hati sambil terus memantau perkembangannya sesuai usianya. Kalau Mommy juga sedang menyiapkan nama terbaik untuk Si Kecil, jangan lewatkan artikel 105 Nama Bayi Old Money yang Elegan, Berkelas, dan Penuh Makna yang bisa menjadi inspirasi sebelum maupun setelah kelahiran.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.