
Momuung.com – Pernah merasa parfum favorit yang biasanya harum tiba-tiba terasa terlalu menyengat atau bahkan bikin mual sejak hamil, Mommy? Tenang, kondisi ini cukup sering terjadi dan umumnya dipengaruhi oleh perubahan hormon yang membuat indra penciuman menjadi lebih sensitif. Lalu, kenapa hal ini bisa terjadi? Yuk, cari tahu penyebab dan penjelasan lengkapnya di artikel ini!
Kalau sejak hamil Mommy merasa parfum favorit tiba-tiba berubah aroma, jangan langsung berpikir parfumnya yang bermasalah, ya. Perubahan ini justru lebih sering disebabkan oleh indra penciuman Mommy yang menjadi jauh lebih sensitif selama kehamilan.
Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai hyperosmia, yaitu meningkatnya sensitivitas terhadap aroma. Menurut ahli endokrinologi reproduksi Anate Brauer, MD, kondisi ini paling sering terjadi pada trimester pertama ketika kadar Hormon kehamilan meningkat dengan cepat.
Akibat perubahan tersebut, aroma yang sebelumnya terasa lembut dan menyenangkan bisa berubah menjadi:
Perubahan ini terjadi karena hormon kehamilan memengaruhi cara otak memproses sinyal penciuman. Selain itu, meningkatnya sensitivitas terhadap bau juga diduga menjadi salah satu mekanisme alami tubuh untuk membantu Mommy menghindari aroma atau zat yang berpotensi mengganggu selama masa kehamilan
Meski bisa terasa mengganggu, kondisi ini umumnya bersifat sementara dan akan berangsur membaik seiring bertambahnya usia kehamilan, terutama setelah trimester pertama.

Perubahan kemampuan mencium aroma saat hamil tidak terjadi begitu saja, Mom. Hal ini dipengaruhi oleh peningkatan beberapa hormon kehamilan yang memengaruhi cara otak menerima dan memproses rangsangan penciuman. Akibatnya, aroma yang sebelumnya terasa biasa saja bisa menjadi jauh lebih kuat, menyengat, atau bahkan memicu rasa mual.
Berikut hormon-hormon yang paling berperan.
Human chorionic gonadotropin (hCG) adalah hormon yang mulai diproduksi setelah kehamilan terjadi dan menjadi penanda utama pada test pack. Kadar hCG meningkat sangat cepat pada awal kehamilan, lalu biasanya mencapai puncaknya pada usia kehamilan sekitar 8 hingga 11 minggu.
Selain berperan mempertahankan kehamilan, hCG juga diketahui memengaruhi sistem saraf pusat yang berkaitan dengan munculnya mual dan muntah pada awal kehamilan. Ketika rasa mual meningkat, otak menjadi lebih sensitif terhadap berbagai rangsangan, termasuk aroma di sekitar Mommy.
Akibatnya, parfum yang sebelumnya harum bisa tiba-tiba terasa terlalu menyengat atau bahkan memicu rasa ingin muntah.
Selama kehamilan, kadar hormon estrogen meningkat secara signifikan untuk mendukung pertumbuhan rahim, plasenta, dan perkembangan janin.
Estrogen juga memengaruhi sistem penciuman karena reseptornya terdapat di berbagai bagian sistem saraf, termasuk jaringan di dalam hidung. Kondisi ini membuat otak menangkap aroma dengan intensitas yang lebih kuat dibandingkan sebelum hamil.
Karena itu, Mommy mungkin akan merasakan beberapa perubahan, seperti:
Selain estrogen dan hCG, hormon progesteron juga ikut berperan dalam perubahan indra penciuman selama kehamilan.
Progesteron berfungsi membantu mempertahankan kehamilan dan mendukung perkembangan janin. Hormon ini juga memengaruhi cara otak memproses berbagai rangsangan sensorik, termasuk aroma.
Meski pengaruhnya tidak sebesar estrogen dan hCG, peningkatan progesteron dapat membuat sebagian Mommy menjadi lebih peka terhadap bau di sekitarnya. Inilah sebabnya beberapa ibu hamil merasa lebih mudah terganggu oleh aroma parfum, asap rokok, makanan, atau wewangian tertentu yang sebelumnya tidak menjadi masalah.
Ya, Mommy. Perubahan indra penciuman selama hamil merupakan kondisi yang normal dan dialami oleh banyak ibu hamil. Kondisi ini dikenal sebagai hyperosmia, yaitu meningkatnya sensitivitas terhadap aroma akibat perubahan hormon selama kehamilan.
Pada sebagian besar Mommy, perubahan ini mulai terasa sejak trimester pertama, ketika kadar hormon kehamilan meningkat dengan cepat. Seiring bertambahnya usia kehamilan dan hormon mulai lebih stabil, sensitivitas terhadap bau biasanya akan berangsur membaik. Namun, pada beberapa Mommy, kondisi ini juga bisa bertahan hingga mendekati waktu persalinan.
Setiap ibu hamil bisa mengalami pengalaman yang berbeda. Ada yang hanya terganggu oleh aroma parfum, tetapi ada juga yang menjadi lebih sensitif terhadap berbagai bau di sekitar, seperti:
Jika parfum favorit justru membuat Mommy merasa mual atau tidak nyaman, tidak perlu dipaksakan untuk tetap menggunakannya. Sensitivitas ini biasanya hanya bersifat sementara dan akan membaik setelah perubahan hormon mulai stabil.
Agar aktivitas sehari-hari tetap nyaman, Mommy bisa mencoba beberapa cara berikut:
Tidak perlu khawatir jika selama hamil Mommy merasa tidak lagi menyukai parfum favorit. Setelah kadar hormon kembali normal setelah persalinan, indra penciuman umumnya akan kembali seperti sebelum hamil sehingga aroma yang dulu disukai biasanya dapat dinikmati kembali.
Perubahan Aroma parfum saat hamil merupakan kondisi yang normal dan cukup sering dialami oleh ibu hamil. Hal ini terjadi karena perubahan hormon kehamilan, terutama hCG, estrogen, dan progesteron, yang membuat indra penciuman Mommy menjadi lebih sensitif. Akibatnya, parfum yang sebelumnya terasa harum bisa saja tiba-tiba terasa terlalu menyengat atau bahkan memicu rasa mual.
Jadi, kalau Mommy mengalami hal ini, tidak perlu khawatir ya. Sensitivitas terhadap aroma biasanya hanya bersifat sementara dan akan berangsur membaik seiring bertambahnya usia kehamilan. Yang terpenting, pilih aroma yang membuat Mommy merasa nyaman dan dengarkan sinyal dari tubuh selama menjalani masa kehamilan.
Selain menjaga kesehatan fisik, banyak Mommy juga mempersiapkan kehamilan dengan memperkuat ketenangan batin dan ibadah. Jika Mommy ingin mengetahui salah satu amalan yang sering dilakukan selama kehamilan, jangan lewatkan artikel “Ibu Hamil Sering Membaca Surah Maryam? Ketahui Cara Mengamalkannya” untuk memahami cara mengamalkannya dengan baik beserta makna di baliknya.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.