
Momuung.com – Pernah merasa sejak menyusui jadi lebih cepat lapar, lebih sering haus, atau rasanya ingin ngemil terus, Mommy? Tenang, kondisi ini sebenarnya sangat wajar. Saat menyusui, tubuh bekerja ekstra untuk memproduksi ASI, sehingga membutuhkan energi lebih banyak dibandingkan biasanya.
Itulah mengapa ibu menyusui memerlukan tambahan kalori setiap hari. Namun, memenuhi kebutuhan kalori bukan berarti Mommy boleh asal makan atau memilih camilan sembarangan. Lalu, berapa banyak tambahan kalori yang dibutuhkan selama menyusui? Dan bagaimana cara memenuhinya dengan pilihan makanan yang lebih bernutrisi? Yuk, simak penjelasannya sampai selesai!
Selama menyusui, tubuh Mommy bekerja lebih keras untuk memproduksi ASI setiap hari. ASI tidak hanya terdiri dari air, tetapi juga mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan Si Kecil untuk tumbuh dan berkembang. Berbagai zat gizi tersebut berasal dari makanan yang Mommy konsumsi, sekaligus dari cadangan nutrisi yang tersimpan di dalam tubuh.
Proses produksi ASI inilah yang membuat kebutuhan energi ibu menyusui meningkat. Tubuh membutuhkan tambahan kalori untuk mendukung pembentukan ASI, menjaga fungsi tubuh tetap optimal, serta membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu selama masa menyusui.
Jika kebutuhan energi tidak terpenuhi, tubuh akan menggunakan cadangan energi yang dimiliki. Akibatnya, Mommy mungkin akan mengalami beberapa keluhan, seperti:
Karena itu, selama menyusui Mommy tidak hanya perlu memenuhi kebutuhan kalori, tetapi juga memilih makanan yang bergizi seimbang agar energi tetap terjaga sekaligus membantu memenuhi kebutuhan nutrisi Mommy dan Si Kecil.
Saat menyusui, tubuh Mommy memerlukan energi lebih banyak karena tidak hanya digunakan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi juga untuk memproduksi ASI. Oleh karena itu, kebutuhan Kalori ibu menyusui memang lebih tinggi dibandingkan perempuan yang tidak sedang menyusui.
Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan RI, ibu menyusui membutuhkan tambahan energi sekitar:
Tambahan kalori ini membantu memenuhi energi yang digunakan tubuh untuk memproduksi ASI sekaligus menjaga stamina Mommy agar tetap bertenaga saat menyusui dan merawat si Kecil.
Namun, memenuhi kebutuhan kalori bukan berarti Mommy boleh asal memilih makanan. Sebaiknya pilih sumber kalori yang juga kaya zat gizi, seperti protein, serat, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Dengan begitu, kebutuhan energi harian dapat terpenuhi sekaligus membantu mendukung kesehatan Mommy dan kualitas nutrisi ASI.
Banyak Mommy mengira kebutuhan kalori tambahan berarti harus makan dalam porsi yang jauh lebih besar. Padahal, yang paling penting justru kualitas makanannya.
Pilih makanan dan camilan yang mengandung kombinasi zat gizi penting, seperti:
Dengan begitu, tambahan kalori yang masuk tidak hanya membuat kenyang, tetapi juga memberi manfaat bagi kesehatan ibu dan bayi.
Di sela-sela menyusui, wajar kalau Mommy jadi lebih sering merasa lapar dan ingin ngemil. Karena praktis, banyak ibu akhirnya memilih biskuit, makanan manis, atau minuman tinggi gula untuk mengganjal perut.
Padahal, camilan seperti ini umumnya hanya memberikan energi dalam waktu singkat. Setelah itu, rasa lapar biasanya akan muncul lagi lebih cepat karena kandungan serat dan proteinnya cenderung rendah.
Supaya energi lebih terjaga, pilihlah camilan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mengandung nutrisi yang dibutuhkan selama menyusui. Misalnya camilan yang kaya serat, vitamin, mineral, dan bahan pangan bernutrisi.
Salah satu pilihan yang bisa Mommy coba adalah Cookie Mylkflow Mom Uung. Cookie ini diformulasikan khusus sebagai camilan bernutrisi untuk ibu hamil dan menyusui, sehingga tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan energi harian, tetapi juga melengkapi asupan nutrisi selama masa menyusui.
Dalam setiap gigitan, Cookie Mylkflow Mom Uung mengandung berbagai bahan bernutrisi, seperti:
Tersedia dalam dua varian rasa yang lezat, Cookie Mylkflow Mom Uung bisa menjadi pilihan camilan praktis untuk menemani Mommy saat menyusui, pumping, atau di sela-sela mengurus Si Kecil. Dengan begitu, Mommy bisa menikmati camilan yang tidak hanya enak, tetapi juga memberikan manfaat untuk mendukung kebutuhan nutrisi selama masa menyusui.

Selain membutuhkan tambahan kalori, tubuh Mommy juga memerlukan cairan yang cukup selama menyusui. Pasalnya, sekitar 87% kandungan ASI terdiri dari air, sehingga tubuh membutuhkan asupan cairan yang cukup untuk mendukung produksi ASI sekaligus menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kementerian Kesehatan RI 2019, ibu menyusui dianjurkan memenuhi kebutuhan cairan sekitar 3,1 hingga 3,2 liter per hari dari semua sumber, termasuk air putih, susu, kuah, maupun makanan yang mengandung banyak air. Dari jumlah tersebut, usahakan sebagian besar berasal dari air putih, yaitu sekitar 12–13 gelas per hari.
Mommy tidak perlu memaksakan diri minum berlebihan. Cukup biasakan minum setiap kali merasa haus atau setelah menyusui. Sebagai pengingat, Mommy juga bisa menyiapkan botol minum di dekat tempat menyusui agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi sepanjang hari.
Menyusui membuat tubuh membutuhkan energi lebih banyak karena setiap hari Mommy memproduksi ASI untuk memenuhi kebutuhan Si Kecil. Oleh karena itu, penting untuk memenuhi tambahan kalori dengan makanan dan camilan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga kaya nutrisi.
Jika Mommy membutuhkan camilan praktis di sela aktivitas, pilihlah snack yang mengandung serat, protein, vitamin, dan mineral agar kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi. Salah satunya adalah Cookie Mylkflow, camilan bernutrisi yang dapat membantu melengkapi asupan ibu hamil dan menyusui sekaligus menemani perjalanan menyusui Mommy setiap hari.
World Health Organization. (2024). Breastfeeding. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/breastfeeding
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.