
Momuung.com – Bayi yang baru lahir memang punya mulut mungil. Karena itu, tidak sedikit Mommy yang khawatir Si Kecil belum bisa melekat dengan baik saat menyusu, terutama ketika puting terasa sakit atau bayi sering lepas dari payudara.
Padahal, ukuran mulut bayi bukan satu-satunya hal yang menentukan keberhasilan pelekatan. Yang lebih penting adalah bagaimana posisi tubuh bayi dan seberapa banyak jaringan payudara yang masuk ke mulutnya.
Pelekatan yang baik atau deep latch membantu bayi menyusu dengan lebih efektif sekaligus membuat proses menyusui terasa lebih nyaman bagi Mommy. Bila pelekatan kurang tepat, bayi bisa hanya mengisap puting sehingga puting lebih mudah terasa nyeri atau mengalami lecet.
Saat latch sudah baik, puting berada lebih jauh di dalam mulut bayi dan bayi mengambil sebagian areola serta jaringan payudara ke dalam mulutnya. Dengan begitu, tekanan saat mengisap tidak hanya terpusat pada puting.
Pelekatan yang efektif juga membantu proses transfer ASI. Sebaliknya, pelekatan yang kurang tepat dapat membuat proses menyusu terasa nyeri dan berpotensi mengganggu asupan ASI bayi.
Jadi, Mommy tidak perlu berfokus pada apakah mulut Si Kecil terlihat “cukup besar” atau tidak. Fokuslah pada posisi dan kualitas pelekatan saat menyusu.
Tidak ada satu teknik yang wajib digunakan semua ibu dan bayi. Posisi dapat disesuaikan dengan kondisi Mommy, bentuk payudara, serta kenyamanan Si Kecil.
Namun, beberapa langkah berikut bisa membantu.
Sebelum memperbaiki latch, pastikan tubuh Si Kecil sudah berada dalam posisi yang mendukung.
Usahakan:
Posisi yang baik membantu bayi mendekati payudara dengan lebih mudah tanpa harus memutar atau menekuk lehernya. WHO juga menekankan bahwa posisi kepala dan tubuh bayi yang selaras merupakan bagian penting dari proses pelekatan.
Saat tubuh bayi sudah sejajar, posisikan hidung Si Kecil sejajar dengan puting, bukan langsung memasukkan puting ke tengah mulut.
Posisi ini membantu bayi membuka mulut lebih lebar dan mengambil payudara dari arah yang tepat. Mommy juga bisa menyangga payudara dengan tangan, terutama jika payudara terasa penuh atau sulit dijangkau bayi.
Sentuhkan puting secara lembut ke bibir bayi dan tunggu sampai mulutnya terbuka lebar, seperti sedang menguap.
Saat mulut sudah terbuka lebar, dekatkan bayi ke payudara dengan gerakan lembut dan cepat. Bukan payudara yang didorong ke mulut bayi, tetapi bayi yang dibawa mendekati payudara.
Cara ini membantu bayi mengambil lebih banyak bagian payudara ke dalam mulut, bukan hanya ujung puting.
Pada pelekatan yang baik, dagu bayi biasanya menyentuh payudara, sementara hidung tetap memiliki ruang untuk bernapas.
Bibir bayi juga tampak terbuka ke luar, bukan terlipat ke dalam. Mulut bayi dapat terlihat sedikit asimetris dengan lebih banyak bagian areola berada di dalam mulut pada sisi bawah.
Tidak perlu melihat satu tanda saja. Coba perhatikan beberapa hal berikut secara bersamaan:
Kalau Mommy mendengar suara clicking, melihat pipi bayi mengempis ke dalam, atau puting terasa sangat nyeri sepanjang sesi, coba lepaskan pelekatan dengan memasukkan jari bersih ke sudut mulut bayi untuk memutus hisapan, kemudian coba latch kembali.
Jangan langsung menyimpulkan bahwa Si Kecil tidak bisa mendapatkan deep latch, ya, Mommy.
Bayi tidak perlu memasukkan seluruh areola ke dalam mulut. Yang penting, ia mengambil cukup banyak jaringan payudara sehingga puting berada lebih jauh di dalam mulut dan proses menyusu terasa nyaman.
Selain itu, setiap pasangan ibu dan bayi memiliki kondisi yang berbeda. Bentuk payudara, ukuran dan bentuk puting, posisi bayi, serta kemampuan bayi melekat dapat memengaruhi pengalaman menyusui.
Jadi, tidak perlu memaksakan satu posisi tertentu. Coba beberapa posisi dan pilih yang membuat tubuh bayi tetap sejajar, dekat dengan Mommy, serta memudahkan Si Kecil mengambil payudara dengan baik.
Posisi klasik ini dilakukan dengan menopang bayi menggunakan lengan pada sisi payudara yang digunakan untuk menyusui.
Pastikan tubuh bayi menghadap Mommy dan kepalanya tidak perlu diputar untuk mencapai puting.
Pada posisi ini, bayi disangga dengan lengan yang berlawanan dari payudara yang digunakan.
Posisi tersebut dapat membantu Mommy mengontrol arah tubuh dan kepala bayi saat belajar mendapatkan pelekatan yang lebih baik.
Tubuh bayi berada di samping tubuh Mommy, dengan kaki mengarah ke belakang. Posisi ini dapat memberi Mommy kontrol yang cukup baik terhadap posisi bayi, terutama pada masa awal belajar menyusui.
Apa pun posisi yang dipilih, prinsip utamanya tetap sama: bayi dekat dengan Mommy, kepala dan tubuh sejajar, serta bayi datang ke payudara dengan mulut terbuka lebar.
Pelekatan yang baik dapat membantu mengurangi tekanan berlebih pada puting sehingga proses menyusui terasa lebih nyaman dan risiko puting lecet atau nyeri dapat berkurang. Teknik menyusui yang tepat juga dapat membantu bayi mendapatkan pelekatan yang lebih efektif.
Namun, puting lecet tidak selalu disebabkan oleh latch yang kurang dalam. Posisi bayi, bentuk puting, tongue-tie, hingga kondisi tertentu pada ibu atau bayi juga dapat memengaruhi munculnya rasa nyeri saat menyusui.
Begitu juga saat Si Kecil sulit melekat ke payudara. Bayi yang rewel atau tidak nyaman bisa lebih mudah lepas dari payudara sehingga deep latch menjadi lebih sulit dicapai. Mommy bisa cari tahu kemungkinan penyebabnya melalui artikel Bayi Susah Deep Latch karena Rewel Saat Menyusu? Bisa Jadi Ini Penyebabnya.
Kalau nyeri terus berlanjut, puting mengalami luka, atau proses menyusui terasa semakin sulit, sebaiknya Mommy berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau konselor laktasi untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan bantuan yang sesuai.
Jangan tunggu sampai proses menyusui terasa semakin menyakitkan. Mommy sebaiknya mencari bantuan bila:
Dalam kondisi seperti ini, tenaga kesehatan atau konselor laktasi dapat mengamati sesi menyusui secara langsung dan membantu menyesuaikan posisi serta pelekatan sesuai kondisi Mommy dan Si Kecil.
Bayi dengan mulut kecil tetap bisa mendapatkan pelekatan yang baik. Ukuran mulut bukan satu-satunya penentu keberhasilan menyusui.
Yang lebih penting adalah memastikan tubuh bayi berada dalam posisi yang tepat, kepala dan tubuhnya sejajar, mulut terbuka lebar, serta bayi mengambil cukup banyak jaringan payudara ke dalam mulut.
Jangan terlalu fokus pada “seberapa banyak areola yang masuk”. Perhatikan keseluruhan proses: apakah bayi dapat melekat dengan baik, terdengar menelan, menyusu dengan ritme yang efektif, dan Mommy merasa nyaman.
Kalau latch masih terasa sulit atau menyusui justru terasa sakit, Mommy tidak perlu menghadapinya sendirian. Bantuan langsung dari konselor laktasi dapat membantu mengevaluasi posisi dan pelekatan sesuai kebutuhan Mommy dan Si Kecil.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.