
Momuung.com – Saat si Kecil mulai belajar duduk, bergeser, atau mencoba gerakan baru, wajar kalau Mommy merasa campur aduk antara senang dan cemas. Apalagi kalau melihat bayi mudah oleng atau terjatuh saat belajar duduk sendiri, rasa khawatir itu pasti muncul.
Tapi tenang ya, Mom. Proses ini adalah bagian dari perkembangan motorik kasar yang memang tidak bisa instan. Setiap bayi punya tahapan belajar masing-masing sebelum akhirnya siap merangkak dan bergerak lebih aktif.
Nah, salah satu kunci penting agar si Kecil lebih stabil saat belajar merangkak adalah kekuatan otot bagian atas seperti bahu, lengan, dan dada yang menjadi dasar keseimbangan tubuhnya. Kalau Mommy ingin tahu aktivitas apa saja yang bisa membantu melatihnya dengan aman dan menyenangkan di rumah, yuk baca selengkapnya di artikel ini sampai akhir!
Pada tahap perkembangan awal, bayi sedang membangun kekuatan otot secara bertahap, terutama di area leher, bahu, lengan dan dada. Otot-otot inilah yang nantinya menjadi fondasi penting sebelum bayi mampu menopang tubuhnya sendiri saat duduk, berguling, hingga merangkak. Aktivitas berbasis lantai seperti tummy time dan latihan menahan beban ringan terbukti mendukung perkembangan Motorik kasar bayi secara optimal.
Berikut beberapa aktivitas sederhana yang bisa Mommy lakukan di rumah untuk membantu menguatkan otot lengan si Kecil dengan aman, menyenangkan, dan sesuai tahap usianya:
Usia yang disarankan: sekitar 0-3 bulan
Aktivitas ini membantu si Kecil belajar merespons saat tubuhnya mulai kehilangan keseimbangan. Gerakan ini juga melatih koordinasi tangan sebagai penopang utama tubuh (CDC, 2026).
Cara melakukan:
Manfaat stimulasi:
Usia yang disarankan: sekitar 3-6 bulan
Jika bayi mulai bosan tummy time di kasur, Mommy bisa mencoba variasi yang lebih interaktif dan tetap aman.
Cara melakukan:
Manfaat stimulasi:
Sebuah studi juga menegaskan bahwa tummy time secara rutin berperan penting dalam mendukung perkembangan otot inti dan mencegah keterlambatan motorik (Eichner-Seitz et al., 2023).
Usia yang disarankan: sekitar 6-9 bulan atau ketika bayi sudah mulai mampu menopang tubuh dengan kedua tangan
Aktivitas ini masih lanjutan dari tummy time, tetapi dengan stimulasi lebih aktif agar bayi mulai belajar mendorong tubuhnya.
Cara melakukan:
Manfaat stimulasi:
Stimulasi gerakan dorong seperti ini termasuk dalam aktivitas penting untuk perkembangan gross motor skill bayi usia awal (WHO, 2023).
Usia yang disarankan: sekitar 5-8 bulan, saat bayi mulai bisa duduk dengan bantuan atau sudah mulai belajar duduk mandiri
Gerakan ini membantu bayi mengenali fungsi tangan sebagai penopang tubuh saat duduk atau mulai berpindah posisi (CDC, 2026).
Cara melakukan:
Manfaat stimulasi:
Stimulasi postural seperti ini membantu perkembangan kontrol tubuh bagian atas yang penting sebelum bayi mulai merangkak mandiri (CDC, 2024).
Di tahap ini, Mommy juga bisa mulai memahami bahwa setiap latihan motorik bayi saling berkaitan dengan perkembangan kemampuan duduk mandiri yang lebih stabil. Untuk memperdalam stimulasi di fase sebelumnya, Mommy bisa membaca artikel “5 Cara Melatih Bayi 4 Bulan Duduk Agar Cepat Mandiri & Aman” sebagai panduan tambahan agar perkembangan motorik si Kecil semakin optimal.
Mommy mungkin bertanya, apakah semakin sering bayi dilatih akan membuatnya lebih cepat bisa merangkak.
Pada tahap perkembangan ini, yang paling penting bukanlah intensitas latihan, tetapi stimulasi yang singkat, aman, dan sesuai kemampuan bayi. Sistem otot dan saraf bayi masih berkembang sehingga sangat mudah lelah jika diberikan aktivitas terlalu lama atau terlalu sering.
Untuk bayi, stimulasi motorik sebaiknya dilakukan dalam waktu yang sangat singkat:
Prinsip utamanya adalah latihan dilakukan seperti sesi bermain ringan, bukan sesi latihan fisik.
Agar tetap aman dan tidak berlebihan, Mommy bisa mengikuti panduan berikut:
Mommy perlu memperhatikan respons bayi selama latihan. Segera hentikan aktivitas jika muncul tanda-tanda berikut:
Jika tanda tersebut muncul, Mommy bisa segera:
Memaksakan latihan saat bayi sudah lelah tidak disarankan karena dapat membuat bayi tidak nyaman dan mengganggu proses eksplorasi gerakan yang seharusnya berlangsung alami dan menyenangkan.
Mempersiapkan kekuatan otot bayi untuk tahap merangkak membutuhkan waktu, kesabaran, dan konsistensi dari Mommy. Latihan sederhana yang dilakukan secara rutin dapat membantu memperkuat otot bahu, lengan, dan dada sebagai fondasi penting untuk kemampuan merangkak.
Namun, setiap bayi memiliki ritme perkembangan yang berbeda. Tidak perlu terburu-buru atau membandingkan dengan bayi lain. Fokus utama adalah memberikan stimulasi yang aman, sesuai kemampuan, dan tetap terasa menyenangkan bagi si Kecil.
Dengan selalu memperhatikan respons bayi, setiap sesi latihan dapat menjadi momen interaksi yang hangat sekaligus mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung dr. Natasya Ayu Andamari, Sp.A atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.