
Momuung.com – “Minum air kelapa biar kulit bayi putih.”
“Banyak makan bengkuang supaya bayi lahir lebih cerah.”
Pernah dengar saran seperti ini, Mom? Mitos tentang makanan yang dipercaya bisa memengaruhi warna kulit bayi memang masih sering beredar di sekitar kita.
Padahal, warna kulit bayi lebih banyak ditentukan oleh faktor genetik dari orang tua, bukan makanan yang dikonsumsi Mommy saat menyusui (Rees, 2003). Meski begitu, pola makan Mommy tetap penting untuk mendukung nutrisi dalam ASI dan tumbuh kembang Si Kecil (Bravi et al., 2016).
Lantas, makanan apa saja yang sebenarnya penting selama menyusui? Yuk, baca artikel selengkapnya dan temukan fakta medisnya, Mom!
Sampai saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa makanan tertentu dapat membuat kulit bayi menjadi lebih putih.
Warna kulit seseorang ditentukan oleh jumlah dan distribusi melanin, yaitu pigmen alami yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata. Produksi melanin ini sebagian besar dipengaruhi oleh faktor genetik yang diwariskan dari orang tua (Rees, 2003).
Karena itu, meskipun Mommy mengonsumsi air kelapa, bengkuang, susu tertentu, atau makanan yang dipercaya dapat “memutihkan” bayi, hal tersebut tidak akan mengubah warna kulit alami Si Kecil.
Selain itu, warna kulit bayi baru lahir memang bisa berubah selama beberapa bulan pertama kehidupan. Ada bayi yang saat lahir tampak kemerahan, lebih gelap, atau lebih pucat, kemudian warna kulitnya berubah seiring proses adaptasi dan pertumbuhan. Perubahan ini merupakan bagian normal dari perkembangan bayi dan tidak berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi ibu.
Jadi, daripada berfokus pada warna kulit, yang jauh lebih penting adalah memastikan kulit Si Kecil tetap sehat, lembap, dan terjaga dari iritasi.
Jawabannya, tentu saja iya.
Makanan yang dikonsumsi Mommy memang tidak menentukan warna kulit bayi, tetapi dapat memengaruhi beberapa komponen nutrisi dalam ASI.
Sebuah tinjauan sistematis menemukan bahwa pola makan ibu menyusui dapat memengaruhi kandungan beberapa zat gizi dalam ASI, terutama profil asam lemaknya (Bravi et al., 2016).
Artinya, ketika Mommy mengonsumsi makanan bergizi dan beragam, nutrisi yang diterima Si Kecil melalui ASI juga akan lebih optimal untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.
Beberapa nutrisi yang penting selama masa menyusui antara lain:
Karena itu, fokus utama selama menyusui bukan mencari makanan yang bisa memutihkan bayi, melainkan memastikan kebutuhan nutrisi Mommy dan Si Kecil terpenuhi dengan baik.
Kulit bayi, terutama pada bulan-bulan awal kehidupan, masih terus berkembang dan beradaptasi dengan lingkungan di luar rahim.
Salah satu fungsi penting kulit adalah sebagai skin barrier, yaitu lapisan pelindung yang membantu menjaga kelembapan kulit sekaligus melindungi tubuh dari iritasi, alergen, dan mikroorganisme dari lingkungan luar (Choi, 2025).
Agar skin barrier dapat bekerja dengan baik, kulit membutuhkan berbagai komponen lipid, seperti:
Ketiga komponen tersebut membantu menjaga struktur kulit tetap kuat dan mengurangi kehilangan cairan dari permukaan kulit (Choi, 2025).
Di sinilah peran ASI menjadi penting. ASI mengandung berbagai nutrisi, termasuk asam lemak yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang. Komposisi asam lemak dalam ASI juga diketahui dapat dipengaruhi oleh pola makan ibu menyusui (Bravi et al., 2016).
Dengan kata lain, ketika Mommy mengonsumsi sumber lemak sehat seperti ikan, alpukat, kacang-kacangan, atau minyak zaitun, nutrisi tersebut dapat berkontribusi terhadap kualitas ASI yang diterima Si Kecil.
Meski tidak membuat kulit bayi menjadi lebih putih, nutrisi tersebut membantu mendukung kesehatan kulit dan perkembangan tubuhnya secara keseluruhan.

Kesehatan kulit bayi tidak hanya dipengaruhi oleh nutrisi, tetapi juga oleh lingkungan di sekitarnya.
Beberapa hal sederhana yang dapat Mommy lakukan untuk membantu menjaga kesehatan kulit Si Kecil antara lain:
Kulit bayi lebih sensitif dibandingkan kulit orang dewasa. Lingkungan yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat membuat kulit lebih mudah kehilangan kelembapan.
Usahakan suhu ruangan tetap nyaman dan jangan mengenakan pakaian yang terlalu tebal jika tidak diperlukan.
Udara yang terlalu kering dapat membuat kulit bayi lebih mudah kering dan kasar.
Jika diperlukan, Mommy dapat menggunakan humidifier untuk membantu menjaga kelembapan udara di dalam ruangan. Pastikan alat dibersihkan secara rutin sesuai petunjuk penggunaan agar tidak menjadi tempat tumbuh jamur atau bakteri.
Sisa deterjen, pewangi, atau bahan kimia tertentu dapat memicu iritasi pada sebagian bayi.
Gunakan deterjen yang lembut dan bilas pakaian hingga benar-benar bersih sebelum digunakan kembali.
Selain menjaga lingkungan tetap nyaman, hindari juga paparan asap rokok di sekitar bayi. Partikel dari asap rokok dapat menempel pada pakaian, rambut, kulit, dan berbagai permukaan di sekitar rumah meskipun rokok tidak dihisap tepat di dekat bayi. Jika Mommy ingin mengetahui lebih jauh dampaknya, simak artikel 5 Bahaya Residu Rokok bagi Bayi yang Sering Diabaikan Orang Tua.
Mitos bahwa makanan tertentu dapat membuat bayi lebih putih memang belum terbukti secara ilmiah. Namun, pola makan Mommy tetap memiliki peran penting dalam mendukung kualitas ASI dan kesehatan Si Kecil.
Karena itu, usahakan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang terdiri dari:
Selain memperhatikan makanan, Mommy juga perlu memastikan proses menyusui berjalan dengan baik. Jika produksi ASI terasa seret atau belum optimal, Mommy bisa membaca panduan ASI Seret? Cek 5 Tips Melancarkan ASI untuk Produksi yang Optimal untuk mendapatkan beberapa tips yang dapat diterapkan sehari-hari.
Pada akhirnya, fokus utama bukanlah membuat kulit Si Kecil lebih putih, melainkan memastikan ia mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal. Kulit yang sehat dan terawat jauh lebih penting daripada mengejar standar warna kulit tertentu.
Mom, sampai saat ini tidak ada makanan yang terbukti dapat membuat kulit bayi menjadi lebih putih. Warna kulit Si Kecil sebagian besar ditentukan oleh faktor genetik yang diwariskan dari orang tuanya (Rees, 2003).
Meski begitu, pola makan selama menyusui tetap penting karena dapat memengaruhi komposisi nutrisi dalam ASI dan mendukung kesehatan bayi secara keseluruhan, termasuk kesehatan kulitnya (Bravi et al., 2016).
Jadi, daripada berfokus mencari makanan untuk memutihkan bayi, lebih baik pastikan Mommy mendapatkan asupan gizi yang lengkap dan seimbang setiap hari. Dengan begitu, kebutuhan nutrisi Si Kecil dapat terpenuhi secara optimal melalui ASI.
Kalau Mommy masih bingung bagaimana memenuhi kebutuhan nutrisi selama menyusui atau ingin berkonsultasi seputar produksi ASI dan tumbuh kembang Si Kecil, jangan ragu untuk memanfaatkan Layanan Konselor Laktasi Mom Uung GRATIS 24 Jam.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.