
Momuung.com – Mendekati HPL, wajar kalau Mommy mulai deg-degan membayangkan proses persalinan, apalagi saat mendengar istilah pembukaan 1 hingga pembukaan lengkap. Sebenarnya, seperti apa gambaran ukuran Pembukaan Persalinan dalam konteks kehamilan dan menyusui | Mom Uung" class="glossary-link">pembukaan persalinan dan apa yang perlu Mommy lakukan di setiap tahapnya?
Yuk, kenali gambaran pembukaan 1-10 cm dan panduan yang perlu Mommy tahu agar lebih siap menghadapi hari-H. Baca artikel selengkapnya, yuk, Mom!
Pembukaan persalinan menunjukkan seberapa lebar serviks atau leher rahim membuka selama proses persalinan. Pengukurannya dilakukan dalam sentimeter (cm), mulai dari pembukaan awal hingga 10 cm, yang disebut pembukaan lengkap (complete cervical dilation).
Agar lebih mudah dibayangkan, Mommy bisa melihat gambaran sederhananya berikut:

Pada tahap awal, tubuh mulai mempersiapkan jalan lahir. Serviks perlahan menjadi lebih lunak, menipis (effacement), kemudian membuka (dilation). Kontraksi bisa masih ringan, tidak teratur, dan intensitasnya dapat berubah-ubah.
Menurut NICE, fase laten (latent first stage) berlangsung ketika Mommy sudah mengalami kontraksi dan mulai terjadi perubahan pada serviks, termasuk penipisan dan pembukaan hingga sekitar 4 cm. Setelah itu, NICE mendefinisikan established first stage sebagai kontraksi yang teratur disertai pembukaan serviks yang terus berkembang mulai dari 4 cm (NICE, 2023).
Namun, ACOG menggunakan batas yang berbeda. Menurut ACOG, fase aktif dimulai pada pembukaan 6 cm. Artinya, pembukaan 4 atau 5 cm belum tentu berarti Mommy sudah berada dalam fase aktif (ACOG, 2024).
Kalau kondisi Mommy dan Si Kecil baik dan tenaga kesehatan belum meminta Mommy segera ke fasilitas kesehatan, manfaatkan fase ini untuk beristirahat, menjaga energi, dan membuat tubuh senyaman mungkin. Pada persalinan yang berlangsung normal, asupan cairan dan makanan melalui mulut dapat diberikan selama kondisi Mommy memungkinkan, tetapi tetap mengikuti aturan dari dokter atau bidan.
Pilih:
Tidak perlu memaksakan minum dalam jumlah banyak sekaligus. Lebih nyaman jika Mommy minum beberapa teguk secara berkala, terutama setelah kontraksi.
Tidak perlu makan dalam porsi besar. Tujuannya adalah membantu menjaga energi tanpa membuat perut terasa terlalu penuh. WHO juga merekomendasikan makanan dan cairan melalui mulut pada ibu dengan kondisi risiko rendah selama persalinan, sementara kebijakan makan dan minum dapat berbeda jika Mommy memiliki kondisi tertentu atau berpotensi membutuhkan tindakan operasi.
Yang perlu Mommy ingat, pembukaan serviks tidak harus bertambah 1 cm setiap jam. Kecepatan pembukaan dapat berbeda pada setiap ibu, sehingga perkembangan persalinan perlu dinilai berdasarkan kondisi Mommy dan Si Kecil secara keseluruhan, bukan hanya angka pembukaan atau patokan waktu tertentu. ACOG saat ini mendefinisikan fase aktif persalinan mulai sekitar pembukaan 6 cm, bukan 4 cm seperti yang digunakan dalam beberapa patokan lama (WHO, 2020).
Memasuki pembukaan yang lebih lebar, kontraksi umumnya menjadi semakin kuat, teratur, dan lebih dekat jaraknya. Serviks juga terus menipis dan membuka hingga mencapai pembukaan lengkap.
Karena itu, tenaga kesehatan tidak hanya melihat angka pembukaan. Mereka juga akan mempertimbangkan:
Jika Mommy sudah berada di fasilitas kesehatan, ikuti arahan bidan atau dokter. Untuk membantu tetap nyaman selama persalinan, Mommy dapat:
Saat serviks sudah membuka 10 cm, pembukaan disebut lengkap. Ini menandai berakhirnya kala I persalinan dan dimulainya kala II, yaitu tahap ketika bayi dilahirkan.
Pada tahap ini, Mommy biasanya akan mendapatkan arahan dari bidan atau dokter mengenai proses mengejan. ACOG merekomendasikan mengejan setelah pembukaan serviks sudah lengkap, dengan tetap mempertimbangkan kondisi Mommy dan Si Kecil (ACOG, 2024).
Mommy akan dibantu untuk:
Jadi, pembukaan 10 cm bukan berarti Mommy harus langsung mengejan sendiri tanpa arahan. Tenaga kesehatan akan membantu menentukan kapan dan bagaimana Mommy perlu mengejan berdasarkan kondisi persalinan.
Kenapa ada Mommy yang pembukaannya berlangsung cepat, sementara Mommy lainnya membutuhkan waktu lebih lama? Karena proses persalinan dipengaruhi oleh banyak faktor, bukan hanya seberapa kuat kontraksi.
Beberapa hal yang dapat mempengaruhi perkembangan persalinan antara lain:
Persiapan persalinan bukan berarti harus mencari cara untuk membuat pembukaan lebih cepat. Fokusnya adalah menjaga kebugaran, memahami proses persalinan, dan mempersiapkan diri menghadapi hari-H.
Jika kehamilan Mommy sehat dan dokter tidak memberikan pembatasan aktivitas, olahraga dapat dilakukan secara rutin sesuai kemampuan.
Beberapa aktivitas yang bisa menjadi pilihan:
ACOG merekomendasikan sekitar 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu bagi ibu hamil yang tidak memiliki kontraindikasi. Durasi tersebut bisa dibagi menjadi beberapa sesi agar lebih nyaman (ACOG, 2020).
Namun, olahraga bukan cara yang menjamin kontraksi muncul atau pembukaan menjadi lebih cepat. Mommy juga tidak perlu meningkatkan intensitas olahraga secara tiba-tiba menjelang HPL. Selain menjaga tubuh tetap aktif, penting juga memperhatikan kebiasaan sehari-hari selama kehamilan karena beberapa kebiasaan dapat mempengaruhi kesehatan Mommy. Yuk, kenali juga Jangan Abaikan! 6 Kebiasaan yang Bisa Meningkatkan Risiko Preeklampsia Saat Hamil agar Mommy bisa lebih waspada dan menjaga kehamilan tetap sehat.
Birthing ball dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk membantu Mommy menemukan posisi yang lebih nyaman selama kehamilan atau persalinan.
Mommy bisa mencoba:
Namun, birthing ball tidak menjamin panggul menjadi lebih lebar atau membuat kepala bayi langsung turun. Manfaat utamanya lebih berkaitan dengan membantu mobilitas dan memberikan pilihan posisi yang nyaman selama proses persalinan (ACOG, 2024).
Selain mempersiapkan tubuh untuk menghadapi persalinan, Mommy juga perlu memastikan kebutuhan nutrisi selama kehamilan tetap terpenuhi agar tumbuh kembang Si Kecil berjalan optimal. Mommy bisa cari tahu lebih lanjut lewat artikel 4 Kebiasaan Ibu Hamil agar Berat Badan Janin Cepat Naik dan Sehat, ya, Mom.
Selain mempersiapkan fisik, penting juga bagi Mommy untuk mengetahui kapan harus menghubungi dokter, bidan, atau pergi ke fasilitas kesehatan.
Segera cari pertolongan jika:
Hospital bag bisa Mommy siapkan sebelum mendekati HPL supaya tidak perlu terburu-buru ketika tanda persalinan mulai muncul.
Isi dengan kebutuhan penting seperti:
Memahami pembukaan persalinan 1-10 cm bisa membantu Mommy lebih siap menghadapi proses kelahiran Si Kecil. Namun, setiap persalinan memiliki perjalanan yang berbeda, sehingga angka pembukaan tidak bisa menjadi satu-satunya patokan untuk menilai kemajuan persalinan.
Yang terpenting, Mommy bisa fokus menjaga energi, tetap terhidrasi, bergerak sesuai kenyamanan, mengatur napas, dan mengikuti arahan dokter atau bidan. Jangan lupa kenali juga tanda-tanda yang membutuhkan pemeriksaan segera, seperti ketuban pecah, perdarahan, atau gerakan Si Kecil berkurang.
Jadi, tidak perlu terlalu fokus mengejar pembukaan tertentu, ya, Mom. Tubuh Mommy dan Si Kecil punya prosesnya masing-masing. Dengan persiapan yang cukup dan dukungan tenaga kesehatan, Mommy bisa menjalani hari-H dengan lebih tenang dan percaya diri.
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Agus Heriyanto, Sp.OG., MARS.MM.CHt atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.