
Momuung.com – Malam hari seharusnya jadi waktu istirahat yang tenang, tapi tiba-tiba Si Kecil terbangun dan menangis kencang. Sudah disusui, popok sudah diganti, suhu kamar juga nyaman, tapi kok masih rewel bahkan menolak ASI?
Tenang dulu, Mom. Bayi menangis tidak selalu karena lapar. Bisa jadi ada rasa tidak nyaman lain yang belum bisa Si Kecil sampaikan, termasuk kondisi pada kulit yang sering luput dari perhatian.
Buibu, baca artikel ini sampai selesai ya untuk tahu apa saja penyebab bayi rewel yang mungkin sering luput dari perhatian dan bagaimana cara membantu Si Kecil merasa lebih nyaman.
Coba perhatikan lipatan kulit Si Kecil. Apakah terlihat kemerahan, lembap, lecet, atau kulit tampak seperti lebih lunak dan basah?
Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan intertrigo, yaitu peradangan pada area kulit yang saling bersentuhan atau berada di dalam lipatan.
Intertrigo biasanya berkaitan dengan kombinasi gesekan, panas, dan kelembapan yang terperangkap di antara lipatan kulit. Kondisi ini dapat mengganggu skin barrier dan membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi.
Pada kulit yang sudah mengalami kerusakan, infeksi sekunder seperti infeksi jamur Candida juga dapat terjadi. Namun, tidak semua ruam di lipatan merupakan intertrigo. Miliaria atau biang keringat, dermatitis, dan diaper dermatitis juga dapat menimbulkan kemerahan pada area yang serupa (Benitez Ojeda & Mendez, 2023; Weber & Asch, 2024).
Karena itu, penting untuk memperhatikan bentuk, lokasi, kondisi permukaan kulit, dan gejala yang menyertai ruam, bukan hanya melihat apakah kulitnya memerah.
Karena lipatan kulit lebih mudah menahan panas, keringat, dan kelembapan, beberapa area berikut sebaiknya lebih sering Mommy periksa.
Lipatan leher termasuk area yang mudah lembap, terutama ketika Si Kecil banyak berkeringat atau sedang aktif drooling.
Air liur, keringat, dan gesekan antarkulit dapat membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi. Area ini juga termasuk lokasi yang cukup sering mengalami heat rash atau miliaria pada bayi (Weber & Asch, 2024).
Perhatikan jika kulit tampak:
Selain keringat dan air liur, sisa ASI yang mengalir ke area leher saat menyusui juga dapat membuat lipatan kulit tetap lembap. Karena itu, penting untuk membersihkan dan mengeringkan area tersebut setelah menyusui. Mommy bisa melihat panduan lengkapnya di Bayi Sering Ruam di Lipatan Leher? Kenali 3 Area Penting yang Wajib Dibersihkan Setelah Menyusui! agar area leher Si Kecil tetap bersih dan nyaman.
Bagian belakang telinga juga mudah terlewat saat membersihkan dan mengeringkan tubuh bayi. Kelembapan yang bertahan di area tersebut dapat membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi.
Namun, ruam di belakang telinga tidak otomatis berarti intertrigo. Mommy perlu memperhatikan jika terdapat sisik, kerak, luka, atau cairan, karena perubahan tersebut dapat mengarah pada kondisi kulit lain yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Lipatan siku dapat menjadi area yang lebih hangat dan berkeringat, terutama ketika cuaca panas atau Si Kecil aktif bergerak.
Jika muncul bintik-bintik merah kecil, salah satu kemungkinan adalah miliaria atau biang keringat. Kondisi ini terjadi ketika saluran keringat tersumbat dan keringat terperangkap di bawah kulit (Weber & Asch, 2024).
Lipatan paha juga perlu diperhatikan karena kulit dapat saling bergesekan dan kelembapan lebih mudah terperangkap di antara lipatan.
Pada bayi yang menggunakan popok, area sekitar paha juga dapat lebih sering terpapar kelembapan dan gesekan. Karena itu, perhatikan apakah muncul kemerahan, lecet, atau kulit yang tampak semakin iritasi.
Area selangkangan dan sekitar popok memiliki risiko tersendiri karena kulit dapat terpapar urine, feses, kelembapan, dan gesekan.
Kondisi yang muncul di area ini tidak selalu merupakan intertrigo. Salah satu yang umum terjadi adalah diaper dermatitis atau ruam popok, yang dapat membuat kulit tampak merah, iritasi, lecet, atau terasa perih (Polcari, 2024).
Jika ruam tampak merah terang atau mengilap, mengenai lipatan, dan disertai bintik-bintik kecil di sekitar ruam utama, infeksi Candida dapat menjadi salah satu kemungkinan. Namun, diagnosis tetap perlu dilakukan oleh tenaga kesehatan.
Belum tentu, Mommy. Lokasi ruam memang bisa membantu memberikan petunjuk, tetapi penyebabnya tidak dapat ditentukan hanya dari lokasi kemerahan.
Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan ruam pada area lipatan bayi antara lain:
Jadi, saat menemukan ruam, Mommy sebaiknya tidak hanya melihat lokasinya, tetapi juga memperhatikan:
Ruam pada lipatan kulit bayi biasanya muncul karena beberapa faktor yang saling berkaitan. Panas, kelembapan, dan gesekan menjadi tiga hal yang paling perlu diperhatikan karena dapat membuat skin barrier bayi lebih mudah mengalami iritasi.
Saat memandikan Si Kecil, bersihkan setiap lipatan secara perlahan. Hindari menggosok kulit terlalu kuat karena gesekan berlebihan justru dapat memperparah iritasi.
Jika menggunakan cleanser, pilih produk yang lembut dan sesuai untuk kulit bayi. Pedoman Indian Academy of Pediatrics merekomendasikan liquid cleanser dengan pH asam hingga netral karena lebih sesuai untuk membantu menjaga fungsi skin barrier bayi dibandingkan pembersih yang bersifat alkali (Madhu et al., 2021).
Setelah mandi, keringkan lipatan dengan cara menepuk-nepuk lembut menggunakan handuk, bukan menggosoknya.
Bayi lebih mudah mengalami kepanasan karena kemampuan tubuhnya dalam mengatur suhu belum sebaik orang dewasa. Saat terlalu panas, bayi bisa lebih banyak berkeringat sehingga area lipatan seperti leher, siku, dan paha menjadi lebih lembap. Kondisi panas dan lembap juga dapat memicu heat rash atau biang keringat (Weber & Asch, 2024).
Supaya Si Kecil tetap nyaman, Mommy bisa:
ASI, air liur, atau sisa makanan yang menempel di lipatan leher sebaiknya dibersihkan dengan lembut.
Setelah dibersihkan, pastikan area tersebut kembali kering.
Jadi, bukan berarti ASI secara langsung menyebabkan intertrigo. Yang perlu diperhatikan adalah kelembapan yang bertahan terlalu lama pada lipatan kulit, terutama jika disertai gesekan.
Area popok membutuhkan perawatan lebih karena kulit terus terpapar kelembapan dan iritan (Polcari, 2024).
Selain mengganti popok secara teratur, Mommy dapat:
Saat melihat kulit Si Kecil memerah, Mommy mungkin ingin langsung mencoba berbagai krim. Namun, sebaiknya jangan menggunakan obat atau krim secara bergantian tanpa mengetahui penyebab ruam.
Pasalnya, penanganan intertrigo, miliaria, diaper dermatitis, dan infeksi jamur tidak selalu sama.
Untuk ruam ringan, Mommy dapat terlebih dahulu fokus menjaga area tetap bersih, kering, sejuk, dan minim gesekan.
Jika ruam tidak membaik atau justru semakin parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar penyebabnya dapat dipastikan dan mendapatkan perawatan yang sesuai.

Tidak semua ruam membutuhkan pemeriksaan segera. Namun, Mommy sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika ruam:
Jika Mommy ragu apakah ruam tersebut merupakan intertrigo, ruam popok, biang keringat, atau kondisi kulit lainnya, pemeriksaan langsung dapat membantu memastikan penyebabnya.
Merawat kulit Si Kecil memang membutuhkan perhatian ekstra, Mommy. Namun, dengan menjaga kulit tetap bersih, kering, dan nyaman, risiko iritasi bisa diminimalkan.
Kalau ruam tak kunjung membaik atau justru semakin parah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Tetap semangat mendampingi Si Kecil, Mommy. Dan kalau artikel ini bermanfaat, jangan lupa save dan share ke sesama Mommy!
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung dr. Natasya Ayu Andamari, Sp.A atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.