ASI Eksklusif hingga 6 Bulan Berpotensi Turunkan Risiko Gejala ADHD pada Anak

Memberikan ASI eksklusif 6 bulan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil, tetapi juga diduga mendukung perkembangan otak dan berkaitan dengan risiko gejala ADHD yang lebih rendah di kemudian hari.
Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa ASI tidak secara langsung mencegah ADHD, karena kondisi ini dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk genetik dan lingkungan. Penasaran bagaimana hasil penelitiannya dan apa artinya bagi perjalanan menyusui Mommy? Yuk, simak artikel selengkapnya!
DAFTAR ISI
Mengapa ASI Eksklusif Diduga Berkaitan dengan Risiko ADHD yang Lebih Rendah?
Para ahli menduga hubungan ini berkaitan dengan kandungan unik ASI yang mendukung perkembangan otak dan sistem saraf bayi. ASI mengandung berbagai zat penting, seperti:
- Asam lemak rantai panjang (DHA dan ARA) yang berperan dalam pembentukan sel saraf dan fungsi kognitif.
- Asam amino dan faktor pertumbuhan yang membantu pematangan jaringan otak.
- Antibodi dan komponen bioaktif yang mendukung kesehatan sistem imun dan mengurangi peradangan yang dapat memengaruhi perkembangan saraf.
- Bakteri baik dan oligosakarida yang membantu menjaga kesehatan usus, yang kini diketahui memiliki hubungan erat dengan perkembangan otak.
Untuk menelitinya, tim dari University of Bergen, Norwegia, menganalisis data sekitar 37.600 keluarga dalam Norwegian Mother, Father and Child Cohort Study. Orang tua melaporkan durasi pemberian ASI eksklusif, ASI parsial, dan waktu pengenalan makanan pendamping, lalu data tersebut dibandingkan dengan gejala ADHD pada anak usia 3, 5, dan 8 tahun.
Hasilnya menunjukkan bahwa anak yang mendapatkan ASI eksklusif lebih lama, hingga usia 6 bulan, cenderung memiliki tingkat gejala ADHD yang lebih rendah. Menurut psikiater sekaligus peneliti utama, Berit Skretting Solberg, hubungan ini tetap terlihat setelah berbagai faktor lain yang dapat memengaruhi risiko ADHD diperhitungkan.
Menariknya, manfaat menyusui tidak hanya dirasakan oleh Si Kecil. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa menyusui dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan otak ibu. Mommy bisa membaca ulasan lengkapnya dalam artikel “Ternyata Menyusui Juga Baik untuk Kesehatan Otak Mommy di Masa Depan, Ini Kata Studi”.
Baca Juga:
Pengaruh Faktor Keturunan Juga Telah Diperhitungkan
Karena ADHD memiliki komponen genetik yang kuat, para peneliti melakukan penyesuaian terhadap berbagai faktor, antara lain:
- Risiko genetik ADHD pada orang tua dan anak.
- Kondisi sosial ekonomi keluarga.
- Perbandingan antar saudara kandung yang dibesarkan di lingkungan yang sama.
Setelah semua faktor tersebut diperhitungkan, hubungan antara lamanya pemberian ASI eksklusif dan lebih rendahnya gejala ADHD tetap ditemukan. Meski demikian, penelitian ini menunjukkan adanya hubungan, bukan bukti bahwa ASI secara langsung mencegah ADHD. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami mekanisme yang mendasarinya.
Jadi, Apakah ASI Bisa Mencegah ADHD?
Belum tentu, Mom. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan lebih rendahnya gejala ADHD, tetapi belum dapat membuktikan bahwa ASI secara langsung mencegah ADHD. Risiko ADHD dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari genetik, kondisi selama kehamilan, hingga lingkungan dan pola pengasuhan anak.
Meski demikian, temuan ini memberi harapan bahwa menyusui, terutama ASI eksklusif selama 6 bulan, dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung perkembangan otak dan kesehatan saraf Si Kecil. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami bagaimana kandungan ASI berperan dalam proses tersebut.
Apa pun perjalanan menyusui yang Mommy jalani, setiap tetes ASI yang diberikan adalah wujud kasih sayang dan investasi berharga bagi tumbuh kembang buah hati. Jika Mommy memiliki pertanyaan atau mengalami kendala seputar menyusui, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Konselor Menyusui Mom Uung agar mendapatkan pendampingan yang tepat dan sesuai kebutuhan.
FAQ Seputar Topik Ini
Apakah ASI eksklusif bisa mencegah ADHD?
Belum. Penelitian menunjukkan bahwa ASI eksklusif hingga usia 6 bulan berkaitan dengan risiko gejala ADHD yang lebih rendah, tetapi belum dapat membuktikan bahwa ASI secara langsung mencegah ADHD.
Mengapa ASI eksklusif diduga dapat menurunkan risiko ADHD?
ASI mengandung DHA, ARA, antibodi, faktor pertumbuhan, dan komponen bioaktif lain yang berperan dalam perkembangan otak, sistem saraf, dan sistem kekebalan tubuh bayi.
Berapa lama bayi sebaiknya mendapatkan ASI eksklusif?
WHO dan IDAI merekomendasikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan, kemudian dilanjutkan bersama MPASI hingga usia 2 tahun atau lebih.
Apakah faktor genetik tetap memengaruhi risiko ADHD?
Ya. Faktor genetik merupakan salah satu penyebab utama ADHD. Selain itu, kondisi selama kehamilan, lingkungan, dan pola pengasuhan juga dapat memengaruhi risikonya.




Komentar
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!