Menyusui
Ditulis oleh:
Elsa Yuni KartikaElsa Yuni Kartika
Direview oleh:
Dr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLCDr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLCVerified

4 Kesalahan Menyimpan ASIP yang Dapat Menurunkan Kualitas ASI

Mommin
Mommin
27 Juli 2026·6 min baca
0
4 Kesalahan Menyimpan ASIP yang Dapat Menurunkan Kualitas ASI

Menyiapkan stok ASIP memang membutuhkan waktu, tenaga, dan konsistensi yang luar biasa. Karena itu, penting bagi Mommy untuk mengetahui cara menyimpan dan menangani ASIP dengan benar agar kandungan gizi dan antibodinya tetap terjaga hingga diberikan kepada Si Kecil.

Buibu, yuk simak artikel ini sampai selesai untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang perlu dihindari agar setiap tetes ASIP yang Mommy perjuangkan tetap aman dan bermanfaat!

DAFTAR ISI

Mengapa Cara Menyimpan dan Menangani ASIP Sangat Penting?

ASIP tidak hanya mengandung zat gizi makro seperti protein, lemak, dan karbohidrat, tetapi juga mikronutrien dan berbagai komponen bioaktif yang membantu melindungi kesehatan Si Kecil. Penanganan yang tepat membantu menjaga kualitas ASI sehingga manfaatnya tetap optimal saat diberikan kepada bayi (Eglash et al., 2017; CDC, 2026).

Beberapa komponen penting dalam ASIP antara lain:

  • Antibodi, terutama IgA sekretori, yaitu protein pelindung yang melapisi saluran cerna dan saluran napas bayi. Fungsinya membantu mencegah kuman menempel dan masuk ke dalam tubuh, sehingga risiko infeksi dapat berkurang.
  • Enzim pencernaan, seperti lipase, yang membantu memecah lemak dalam ASI menjadi bentuk yang lebih mudah diserap. Dengan demikian, bayi dapat memperoleh energi dan nutrisi secara optimal untuk tumbuh kembangnya.
  • Sel imun hidup, seperti sel darah putih, yang berperan dalam mengenali dan melawan mikroorganisme penyebab penyakit. Komponen ini turut mendukung sistem kekebalan bayi yang masih belum matang.
  • Faktor pertumbuhan dan senyawa bioaktif lainnya, termasuk oligosakarida dan berbagai protein khusus, yang membantu pematangan usus, mendukung pertumbuhan bakteri baik di saluran cerna, serta menunjang perkembangan sistem imun dan organ tubuh bayi.

4 Kesalahan Menyimpan ASIP yang Perlu Mommy Hindari

Cara menyimpan ASIP sama pentingnya dengan proses memerahnya. Penanganan yang tepat membantu menjaga kandungan gizi, faktor kekebalan, dan keamanan ASI perah (ASIP) sehingga manfaatnya tetap optimal saat diberikan kepada Si Kecil. Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.

1. Menyimpan ASIP di Pintu Kulkas

Mungkin banyak Mommy yang menyimpan ASIP di rak pintu kulkas karena lebih praktis dan mudah diambil. Padahal, kebiasaan ini sebaiknya dihindari, lho.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan NHS, pintu kulkas merupakan bagian yang suhunya paling sering berubah karena terus terbuka dan tertutup saat kulkas digunakan. Perubahan suhu yang berulang dapat membuat kualitas ASIP tidak terjaga sebaik jika disimpan di bagian dalam kulkas (Centers for Disease Control and Prevention [CDC], 2025; NHS, n.d.).

Agar kandungan nutrisi ASIP tetap optimal, Mommy sebaiknya:

  • Simpan ASIP di bagian dalam atau belakang rak kulkas, bukan di rak pintu, karena suhunya lebih stabil.
  • Gunakan botol atau kantong khusus ASIP yang bersih dan tertutup rapat agar ASI tetap higienis selama penyimpanan.
  • Jika belum akan digunakan dalam beberapa hari, simpan ASIP di freezer agar kualitasnya dapat bertahan lebih lama sesuai rekomendasi penyimpanan.

Dengan cara penyimpanan yang tepat, kualitas ASIP dapat tetap terjaga hingga waktunya diberikan kepada Si Kecil. Jadi, meskipun terlihat sepele, memilih lokasi penyimpanan yang benar juga menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kualitas ASI perah (CDC, 2025; NHS, n.d.).

2. Membekukan Kembali ASIP yang Sudah Cair

ASIP yang telah dicairkan tidak dianjurkan untuk dibekukan kembali. Setelah dicairkan di dalam kulkas, ASIP sebaiknya digunakan dalam waktu maksimal 24 jam sejak keseluruhannya mencair. Jika ASIP sudah diminum Si Kecil, sisa susu yang tidak habis sebaiknya dibuang setelah 2 jam telah terpapar bakteri dan mulut bayi (Centers for Disease Control and Prevention [CDC], 2026).

Hal yang perlu Mommy ingat:

  • Jangan membekukan ulang ASIP yang sudah mencair. Proses pencairan dapat memungkinkan bakteri berkembang dan pembekuan ulang berpotensi menurunkan kualitas ASI.
  • Selalu beri label tanggal dan jam pemerahan. Mommy juga dapat menerapkan prinsip last in, first out (LIFO), yaitu menggunakan ASIP yang paling baru diperah terlebih dahulu agar lebih sesuai dengan kebutuhan aktual bayi, terutama karena kandungan ASI dapat menyesuaikan usia dan kebutuhan Si Kecil dari waktu ke waktu. (ini dijadikan poin sendiri aja supaya informasinya nggak kemana mana saat bahas poin utamanya)
  • Buang sisa ASIP yang sudah melewati batas waktu aman. ASIP yang telah dicairkan di dalam kulkas sebaiknya digunakan dalam waktu 24 jam. Jika ASIP sudah diminum bayi, sisa yang tidak habis sebaiknya dibuang setelah 2 jam karena telah terpapar bakteri dari mulut bayi, sehingga tidak aman untuk disimpan atau diberikan kembali.
4 kesalahan menyimpan ASIP

3. Menambahkan ASIP Hangat ke Stok ASIP Beku

Saat menambah stok ASIP, dinginkan terlebih dahulu ASIP yang baru diperah di dalam kulkas sebelum dicampurkan dengan ASIP yang sudah dingin atau beku. ASIP yang masih hangat dapat menaikkan suhu stok yang sudah disimpan, sehingga sebagian ASIP beku mencair dan masa simpannya berkurang (CDC, 2026).

Agar lebih aman:

  • Dinginkan ASIP baru hingga mencapai suhu kulkas.
  • Campurkan hanya dengan ASIP yang suhunya .
  • Simpan stok ASIP di bagian terdalam freezer agar suhunya tetap stabil.

4. Menghangatkan ASIP dengan Suhu Terlalu Tinggi

ASIP sebaiknya tidak direbus, dipanaskan dengan air mendidih, atau dimasukkan ke dalam microwave. Suhu yang terlalu tinggi dapat menurunkan aktivitas beberapa komponen bioaktif ASI, seperti enzim dan antibodi, serta berisiko menciptakan titik panas (hot spots) yang dapat melukai mulut bayi (Eglash et al., 2017).

Agar kandungan ASIP tetap terjaga, Mommy dapat melakukan hal berikut:

  • Pindahkan ASIP beku ke chiller (rak bawah kulkas dengan suhu sekitar 0-4°C) terlebih dahulu selama kurang lebih 12-24 jam hingga mencair secara perlahan. Cara ini paling dianjurkan karena membantu menjaga kualitas nutrisi dan antibodi dalam ASI dibandingkan mencairkannya pada suhu ruang. Jika ASIP ingin segera digunakan, Mommy juga dapat mencairkannya di bawah air mengalir dingin, lalu secara bertahap gunakan air hangat hingga ASI benar-benar mencair.
  • Hangatkan ASIP dengan merendam botol atau kantong ASIP dalam wadah berisi air hangat bersuhu sekitar 37°C (setara suhu tubuh). Hindari menggunakan air yang terlalu panas agar kandungan nutrisi ASI tidak mudah rusak.
  • Bila menggunakan bottle warmer, pilih pengaturan suhu rendah dan stabil sesuai petunjuk alat. Hindari memanaskan ASIP hingga terlalu panas atau mendidih karena dapat menurunkan aktivitas beberapa komponen bioaktif dalam ASI.

Untuk panduan yang lebih lengkap mengenai cara menyimpan, mencairkan, dan menghangatkan ASIP dengan aman, Mommy juga bisa membaca artikel 5 Tips Menyimpan ASI yang Benar agar Nutrisi Tetap Terjaga. Dengan manajemen ASIP yang tepat, setiap tetes ASI yang Mommy perjuangkan dapat tetap memberikan manfaat terbaik bagi Si Kecil.

Kesimpulan

Menyimpan dan menangani ASIP dengan benar merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga kualitas nutrisi dan keamanan ASI bagi Si Kecil. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan yang umum terjadi saat menyimpan, mencairkan, dan menghangatkan ASIP, Mommy dapat memastikan setiap tetes ASI tetap memberikan manfaat optimal untuk tumbuh kembang buah hati.

Jika Mommy mengalami kendala seputar penyimpanan ASIP, proses menyusui, atau manajemen stok ASI, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Konselor Menyusui Mom Uung agar mendapatkan pendampingan yang tepat dan sesuai kebutuhan.

Sumber


FAQ Seputar Topik Ini

Bagaimana cara menyimpan ASIP yang benar?

ASIP sebaiknya disimpan dalam botol atau kantong khusus ASI yang bersih dan tertutup rapat, lalu diletakkan di bagian dalam kulkas atau freezer agar suhunya tetap stabil.

Bolehkah menyimpan ASIP di pintu kulkas?

Sebaiknya tidak. Suhu di pintu kulkas lebih sering berubah karena sering dibuka dan ditutup, sehingga kualitas ASIP lebih sulit terjaga dibandingkan jika disimpan di bagian dalam kulkas.

Apakah ASIP yang sudah dicairkan boleh dibekukan kembali?

Tidak. ASIP yang sudah dicairkan tidak dianjurkan untuk dibekukan ulang karena dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri dan menurunkan kualitas ASI.

Bagaimana cara menghangatkan ASIP yang benar?

Hangatkan ASIP dengan merendam botol atau kantong ASIP dalam air hangat atau menggunakan bottle warmer bersuhu rendah. Hindari microwave dan air mendidih.

Belanja Produk Mom Uung di Official Shopee Store

Komentar / Tanya Dokter Spesialist

Dr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLC

Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLC atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚

Tulis komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Share
Mommin

Mommin

Content Writer Mom Uung.