
Momuung.com – Menyiapkan stok ASIP memang membutuhkan waktu, tenaga, dan konsistensi yang luar biasa. Karena itu, penting bagi Mommy untuk mengetahui cara menyimpan dan menangani ASIP dengan benar agar kandungan gizi dan antibodinya tetap terjaga hingga diberikan kepada Si Kecil.
Buibu, yuk simak artikel ini sampai selesai untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang perlu dihindari agar setiap tetes ASIP yang Mommy perjuangkan tetap aman dan bermanfaat!
ASIP tidak hanya mengandung zat gizi makro seperti protein, lemak, dan karbohidrat, tetapi juga mikronutrien dan berbagai komponen bioaktif yang membantu melindungi kesehatan Si Kecil. Penanganan yang tepat membantu menjaga kualitas ASI sehingga manfaatnya tetap optimal saat diberikan kepada bayi (Eglash et al., 2017; CDC, 2026).
Beberapa komponen penting dalam ASIP antara lain:
Cara menyimpan asip sama pentingnya dengan proses memerahnya. Penanganan yang tepat membantu menjaga kandungan gizi, faktor kekebalan, dan keamanan ASI perah (ASIP) sehingga manfaatnya tetap optimal saat diberikan kepada Si Kecil. Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.
Mungkin banyak Mommy yang menyimpan ASIP di rak pintu kulkas karena lebih praktis dan mudah diambil. Padahal, kebiasaan ini sebaiknya dihindari, lho.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan NHS, pintu kulkas merupakan bagian yang suhunya paling sering berubah karena terus terbuka dan tertutup saat kulkas digunakan. Perubahan suhu yang berulang dapat membuat kualitas ASIP tidak terjaga sebaik jika disimpan di bagian dalam kulkas (Centers for Disease Control and Prevention [CDC], 2025; NHS, n.d.).
Agar kandungan nutrisi ASIP tetap optimal, Mommy sebaiknya:
Dengan cara penyimpanan yang tepat, kualitas ASIP dapat tetap terjaga hingga waktunya diberikan kepada Si Kecil. Jadi, meskipun terlihat sepele, memilih lokasi penyimpanan yang benar juga menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kualitas ASI perah (CDC, 2025; NHS, n.d.).
ASIP yang telah dicairkan tidak dianjurkan untuk dibekukan kembali. Setelah dicairkan di dalam kulkas, ASIP sebaiknya digunakan dalam waktu maksimal 24 jam sejak keseluruhannya mencair. Jika ASIP sudah diminum Si Kecil, sisa susu yang tidak habis sebaiknya dibuang setelah 2 jam telah terpapar bakteri dan mulut bayi (Centers for Disease Control and Prevention [CDC], 2026).
Hal yang perlu Mommy ingat:

Saat menambah stok ASIP, dinginkan terlebih dahulu ASIP yang baru diperah di dalam kulkas sebelum dicampurkan dengan ASIP yang sudah dingin atau beku. ASIP yang masih hangat dapat menaikkan suhu stok yang sudah disimpan, sehingga sebagian ASIP beku mencair dan masa simpannya berkurang (CDC, 2026).
Agar lebih aman:
ASIP sebaiknya tidak direbus, dipanaskan dengan air mendidih, atau dimasukkan ke dalam microwave. Suhu yang terlalu tinggi dapat menurunkan aktivitas beberapa komponen bioaktif ASI, seperti enzim dan antibodi, serta berisiko menciptakan titik panas (hot spots) yang dapat melukai mulut bayi (Eglash et al., 2017).
Agar kandungan ASIP tetap terjaga, Mommy dapat melakukan hal berikut:
Untuk panduan yang lebih lengkap mengenai cara menyimpan, mencairkan, dan menghangatkan ASIP dengan aman, Mommy juga bisa membaca artikel 5 Tips Menyimpan ASI yang Benar agar Nutrisi Tetap Terjaga. Dengan manajemen ASIP yang tepat, setiap tetes ASI yang Mommy perjuangkan dapat tetap memberikan manfaat terbaik bagi Si Kecil.
Menyimpan dan menangani ASIP dengan benar merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga kualitas nutrisi dan keamanan ASI bagi Si Kecil. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan yang umum terjadi saat menyimpan, mencairkan, dan menghangatkan ASIP, Mommy dapat memastikan setiap tetes ASI tetap memberikan manfaat optimal untuk tumbuh kembang buah hati.
Jika Mommy mengalami kendala seputar penyimpanan ASIP, proses menyusui, atau manajemen stok ASI, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Konselor Menyusui Mom Uung agar mendapatkan pendampingan yang tepat dan sesuai kebutuhan.
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLC atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.
Sebaiknya tidak. Suhu di pintu kulkas lebih sering berubah karena sering dibuka dan ditutup, sehingga kualitas ASIP lebih sulit terjaga dibandingkan jika disimpan di bagian dalam kulkas.