
Momuung.com – Pernah mendapati cairan mirip ASI keluar dari payudara padahal Mommy tidak sedang menyusui atau bahkan belum pernah hamil? Kondisi yang disebut Galaktorea ini umumnya berkaitan dengan peningkatan hormon prolaktin dan perlu dikenali penyebabnya agar dapat ditangani dengan tepat. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini, Mommy!
Agar Mommy tidak khawatir, yuk kenali beberapa hal yang bisa membuat kadar hormon prolaktin meningkat dan memicu keluarnya cairan mirip ASI meski tidak sedang hamil atau menyusui.
Hiperprolaktinemia terjadi ketika kadar hormon prolaktin meningkat melebihi batas normal. Hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari di otak ini memang berfungsi merangsang produksi ASI. Kadar prolaktin dapat meningkat karena beberapa hal, seperti:
Untuk memastikan penyebabnya, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar prolaktin dan hormon tiroid. Penanganan akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan, misalnya dengan obat penurun prolaktin atau terapi untuk mengatasi gangguan tiroid.
Rangsangan yang terlalu sering pada puting dapat mengirim sinyal ke otak seolah-olah tubuh sedang menyusui, sehingga produksi prolaktin meningkat. Pemicunya antara lain:
Jika ini menjadi penyebabnya, Mommy bisa mengurangi rangsangan pada payudara, memilih bra yang nyaman, dan mengenakan pakaian berbahan lembut. Keluhan biasanya akan berangsur membaik setelah pemicunya dihindari.
Beberapa jenis obat dapat mengganggu keseimbangan hormon dan memicu peningkatan prolaktin. Contohnya meliputi obat antidepresan, antipsikotik, obat tekanan darah tertentu, dan sebagian kontrasepsi hormonal. Bila Mommy menduga keluhan muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, jangan menghentikannya sendiri. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar obat dapat dievaluasi, disesuaikan dosisnya, atau diganti dengan alternatif yang lebih sesuai. Dengan penanganan yang tepat, galaktorea umumnya dapat diatasi dengan baik.
Jika Mommy atau orang terdekat mengalami galaktorea, cobalah tetap tenang. Kondisi ini sering kali merupakan tanda adanya perubahan keseimbangan hormon dan umumnya dapat ditangani dengan baik setelah penyebabnya diketahui.
Mengenali perubahan pada tubuh sejak dini adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan hormonal. Setelah kondisi Mommy teratasi, jangan lupa tetap memperhatikan kenyamanan si kecil saat menyusu. Jika bayi tampak gelisah setelah menyusu, Mommy juga bisa membaca artikel “Bayi Terbangun dan Menangis Setelah Menyusu? Ini 4 Penyebabnya” untuk memahami penyebab yang sering terjadi dan cara mengatasinya.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.