
Momuung.com – Menyusui tak hanya menjadi peran Mommy, tetapi juga perjalanan yang dijalani bersama Papa. Saat Mommy perlu kembali bekerja atau beristirahat, Papa dapat membantu si kecil beradaptasi minum ASIP dengan botol secara sabar dan penuh perhatian, sehingga kebutuhan ASI tetap terpenuhi dan proses menyusui berjalan nyaman. Buibu, yuk simak tips lengkapnya di artikel ini!
1. Papa bisa lebih terlibat dalam pengasuhan. Pemberian ASIP dengan botol memberi kesempatan bagi Papa untuk ikut menenangkan, memberi makan, dan menjalin kedekatan dengan si kecil. Di sisi lain, Mommy juga memiliki waktu untuk beristirahat, bekerja, atau melakukan aktivitas lain tanpa khawatir kebutuhan ASI bayi tidak terpenuhi.
2. Kebersihan peralatan harus menjadi prioritas. Botol, puting, dan perlengkapannya perlu dicuci segera setelah digunakan, lalu disterilkan sesuai anjuran, terutama pada bayi usia di bawah 3 bulan atau bayi dengan kondisi kesehatan tertentu. Penyimpanan dan penghangatan ASIP yang benar juga penting untuk menjaga kualitas dan keamanannya.
3. Bonding tetap bisa terjaga. Meski si kecil tidak menyusu langsung, kedekatan emosional tetap dapat dibangun dengan menggendong bayi, melakukan kontak mata, berbicara lembut, dan merespons tanda kenyang maupun ketidaknyamanannya. Dengan cara ini, waktu minum tetap menjadi momen hangat bagi bayi dan pengasuh.
Melansir dari Parenting First Cry, salah satu kekurangan menyusui dengan botol adalah butuh waktu lama untuk menyiapkannya. Hal tersebut karena botol yang digunakan memerlukan perhatian yang lebih ekstra misalnya harus dicuci dengan air panas dan sabun khusus.
Menyusui Si Kecil dengan botol bisa membuat kesempatan bonding antar Bunda dan Si Kecil menjadi berkurang. Hal ini karena dalam proses menyusui dengan botol Bunda dan Si Kecil tidak melalui proses skin to skin.
Padahal, proses skin to skin bisa membuat bayi lebih lancar menyusu karena bisa dengan mudah menemukan puting Bunda.
“Bayi baru lahir secara naluriah memiliki indra penciuman yang lebih sensitif, jadi menempatkan bayi Anda kulit ke kulit sangta membantu mereka mencari puting dan memulai menyusui.” ujar Katie Dunning, Koordinator klinis persalinan dan kelahiran di Rumah Sakit Mount Sinai, dilansir dari Parents.
Dengan dukungan Papa yang aktif dan komunikasi yang baik dengan Mommy, pemberian ASIP dapat menjadi pengalaman yang nyaman sekaligus tetap mendukung keberhasilan menyusui. Ingat, setiap keluarga memiliki ritme yang berbeda, jadi tidak perlu membandingkan perjalanan menyusui dengan orang lain.
Jika Mommy mengalami kendala, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan konselor menyusui Mom Uung agar mendapatkan pendampingan yang tepat. Bila payudara terasa penuh atau bengkak saat masa menyusui, Mommy juga bisa membaca artikel 3 Langkah Pijat Limfatik Payudara agar ASI Lancar Saat Bengkak untuk membantu menjaga kenyamanan dan kelancaran produksi ASI.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.