
Momuung.com – Pernah melihat rambut-rambut sangat halus di tubuh Si Kecil saat sedang mandi atau dipijat, Mommy? Rambut yang tampak seperti bulu tipis tersebut bisa jadi adalah lanugo.
Lanugo merupakan rambut halus yang tumbuh sejak bayi masih berada di dalam kandungan dan biasanya akan rontok dengan sendirinya setelah lahir. Kondisi ini lebih sering terlihat pada bayi prematur, tetapi bayi cukup bulan juga bisa memilikinya.
Yuk, kenali apa itu lanugo, kenapa terkadang baru terlihat saat bayi dipijat, dan bagaimana cara merawat kulit Si Kecil dengan tepat.
Lanugo adalah rambut yang sangat halus, lembut, dan tipis yang tumbuh pada kulit janin selama berada di dalam kandungan.
Rambut ini mulai tumbuh pada pertengahan masa kehamilan dan membantu mempertahankan vernix caseosa, yaitu lapisan putih seperti krim yang melindungi kulit bayi selama berada di dalam rahim (Cleveland Clinic, 2025).
Lanugo berbeda dari rambut kepala karena sifatnya sementara. Menjelang akhir kehamilan, sebagian besar lanugo biasanya sudah rontok. Namun, sebagian bayi masih dapat memiliki rambut halus tersebut ketika lahir.
Lanugo lebih sering terlihat pada bayi prematur karena rambut tersebut belum sempat rontok sepenuhnya sebelum persalinan. Namun, bayi yang lahir cukup bulan juga masih bisa memiliki lanugo dan kondisi ini umumnya normal (Cleveland Clinic, 2025).
Lanugo biasanya tampak seperti bulu yang sangat tipis dan lembut, bukan rambut yang tebal. Rambut ini dapat terlihat di beberapa bagian tubuh, seperti:
Jumlah dan ketebalannya dapat berbeda pada setiap bayi. Ada yang hampir tidak terlihat, sementara pada bayi prematur rambutnya bisa tampak lebih banyak. Seiring bertambahnya usia, lanugo akan berkurang dan rontok secara alami.

Lanugo sebenarnya tidak muncul karena pijat bayi. Rambut tersebut memang sudah ada di permukaan kulit, tetapi terkadang baru terlihat lebih jelas ketika kulit terkena minyak, pelembap, atau pencahayaan tertentu.
Saat Mommy mengoleskan minyak pijat, rambut yang sangat halus tersebut bisa lebih menempel pada permukaan kulit sehingga tampak lebih jelas. Karena sebelumnya hampir tidak terlihat, Mommy mungkin baru menyadarinya ketika sedang memijat Si Kecil.
Jadi, pijat bayi tidak menyebabkan lanugo tumbuh atau keluar dari kulit. Pijatan hanya membuat rambut halus yang memang sudah ada menjadi lebih mudah terlihat.
Tenang, Mommy. Lanugo merupakan bagian normal dari perkembangan bayi dan umumnya tidak berbahaya. Rambut ini tidak membutuhkan obat atau perawatan khusus karena akan rontok sendiri seiring waktu (Cleveland Clinic, 2025).
Pada bayi prematur, lanugo dapat terlihat lebih banyak dan bertahan lebih lama. Sementara pada bayi cukup bulan, rambut halus ini biasanya sudah lebih sedikit dan akan semakin berkurang setelah lahir.
Karena prosesnya alami, Mommy tidak perlu mencoba menghilangkannya.
Menggosok atau menarik kulit bayi secara berulang justru dapat menyebabkan kulit menjadi kering, kemerahan, atau iritasi.
Karena lanugo akan rontok sendiri, fokus Mommy cukup pada menjaga skin barrier Si Kecil tetap sehat. Saat mandi atau memijat bayi, lakukan perawatan kulit dengan lembut dan gunakan produk seperlunya.
Kalau Mommy ingin menggunakan minyak atau pelembap saat memijat, perhatikan beberapa hal berikut:
Kalau kulit Si Kecil sangat sensitif atau memiliki riwayat eksim, Mommy bisa lebih selektif memilih produk dan mengutamakan formula yang fragrance-free serta sesuai untuk kulit sensitif (American Academy of Dermatology Association, 2023).
Kalau bayi memiliki kulit yang mudah kering, kemerahan, atau memiliki riwayat eksim, Mommy sebaiknya lebih selektif memilih produk. Utamakan:
fragrance-free + formula lembut + krim/ointment yang membantu mempertahankan kelembapan.
Bila setelah menggunakan produk baru kulit Si Kecil justru menjadi merah, muncul ruam, terasa semakin kering, atau tampak tidak nyaman, hentikan penggunaannya. Jika keluhan tidak membaik atau semakin berat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Jadi, Mommy tidak perlu mencari produk khusus untuk menghilangkan lanugo. Biarkan rambut halus tersebut rontok secara alami, sementara kulit Si Kecil cukup dirawat dengan sentuhan yang lembut dan produk yang sederhana serta sesuai kebutuhan kulitnya.
Lanugo sendiri biasanya tidak membutuhkan pemeriksaan medis. Namun, jika Mommy melihat perubahan pada kulit yang tidak tampak seperti rambut halus biasa, sebaiknya jangan langsung menganggapnya sebagai lanugo.
Periksakan ke dokter jika Si Kecil mengalami:
Pemeriksaan langsung dapat membantu memastikan apakah perubahan tersebut memang bagian dari kondisi kulit normal atau ada masalah kulit lain yang memerlukan penanganan.
Memiliki lanugo bukan alasan untuk menghentikan pijat bayi, Mommy. Selama dilakukan dengan lembut dan Si Kecil merasa nyaman, pijat tetap dapat menjadi salah satu bentuk interaksi positif antara orang tua dan bayi.
Justru, fokus utamanya bukan menghilangkan rambut halus tersebut, tetapi menciptakan pengalaman sentuhan yang nyaman dan menyenangkan.
Kalau Mommy ingin mempelajari teknik pijat bayi yang aman dan sesuai, yuk baca juga Cara Pijat Bayi agar Cepat Tidur dan Tidak Mudah Rewel untuk mengetahui gerakan yang bisa dipraktikkan di rumah.
Lanugo adalah rambut halus yang normal ditemukan pada sebagian bayi setelah lahir, terutama bayi prematur. Rambut ini bukan penyakit dan umumnya akan rontok sendiri seiring waktu.
Jadi, Mommy tidak perlu mencabut, menggosok, atau menggunakan produk khusus untuk menghilangkannya. Cukup rawat kulit Si Kecil dengan lembut dan jaga kelembapannya sesuai kebutuhan.
Kalau ada perubahan kulit yang tidak biasa atau disertai ruam, luka, cairan, atau bayi terlihat tidak nyaman, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar penyebabnya dapat dipastikan.
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung dr. Natasya Ayu Andamari, Sp.A atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.