
Momuung.com – Banyak orang mengira kehamilan yang sehat sepenuhnya bergantung pada kondisi Mommy. Padahal, kesehatan Papa sebelum pembuahan juga memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang janin, bahkan sejak awal kehamilan.
Salah satu faktanya, gen dari ayah berkontribusi dalam pembentukan plasenta yang menjadi sumber nutrisi dan oksigen bagi Si Kecil selama di dalam kandungan. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!
Plasenta adalah organ yang terbentuk selama kehamilan dan menjadi penghubung antara tubuh Mommy dengan Si Kecil. Organ ini memiliki banyak fungsi penting untuk menunjang pertumbuhan janin, antara lain:
Penelitian menunjukkan bahwa beberapa gen yang diwariskan dari ayah berperan dalam mengatur perkembangan labyrinth zone, yaitu bagian plasenta yang menjadi tempat utama pertukaran oksigen dan nutrisi antara ibu dan janin (Bhadsavle & Golding, 2022).
Apabila perkembangan bagian ini tidak optimal, proses penyaluran nutrisi kepada janin dapat terganggu sehingga meningkatkan risiko Fetal Growth Restriction (FGR) atau hambatan pertumbuhan janin di dalam kandungan.
Selama kehamilan berlangsung, perubahan pada rahim dan plasenta juga dapat menyebabkan berbagai keluhan fisik pada Mommy. Agar tidak salah membedakan nyeri akibat kehamilan dengan gangguan lambung, Mommy juga bisa membaca artikel “Jangan Salah Diagnosa! Ini Perbedaan Asam Lambung dan Pregnancy Rib Pain Saat Hamil.”
Persiapan menuju kehamilan sehat tidak hanya dilakukan oleh Mommy. Kesehatan ayah sebelum hamil juga berperan penting karena kualitas sperma dapat memengaruhi perkembangan embrio, termasuk proses pembentukan dan Fungsi plasenta melalui mekanisme genomic imprinting (Bhadsavle & Golding, 2022).
Karena itu, Papa juga dianjurkan menerapkan gaya hidup sehat sejak sebelum program hamil agar dapat mendukung tumbuh kembang Si Kecil sejak awal kehidupan.
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan Papa antara lain:
Merokok dapat menurunkan kualitas sperma, meningkatkan kerusakan DNA sperma, dan mempengaruhi kesehatan reproduksi pria (Practice Committee of the American Society for Reproductive Medicine [ASRM], 2021).
Olahraga secara teratur membantu menjaga keseimbangan hormon reproduksi, meningkatkan sirkulasi darah, serta mendukung kualitas sperma. Tidak perlu melakukan olahraga yang terlalu berat. Aktivitas fisik dengan intensitas sedang selama sekitar 150 menit per minggu sudah cukup memberikan manfaat bagi kesehatan reproduksi.
Beberapa jenis olahraga yang dapat dilakukan Papa antara lain:
Sebaliknya, olahraga yang terlalu berat atau berlebihan dalam jangka panjang tanpa waktu pemulihan yang cukup justru dapat memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi. Karena itu, lakukan olahraga secara rutin dengan intensitas yang sesuai, serta imbangi dengan pola makan bergizi dan berat badan yang ideal agar kesuburan tetap terjaga.
Pola makan sehari-hari juga berperan dalam menjaga kualitas sperma. Papa tidak perlu mengonsumsi makanan atau suplemen tertentu secara berlebihan, tetapi usahakan menu harian mengandung zat gizi berikut:

Setelah Mommy dinyatakan hamil, peran Papa tetap sangat dibutuhkan. Dukungan pasangan tidak hanya membantu menjaga kesehatan fisik Mommy, tetapi juga berkontribusi terhadap kesehatan mental selama kehamilan.
Papa dapat membantu dengan cara:
Penelitian menunjukkan bahwa stres kronis selama kehamilan dapat mempengaruhi fungsi plasenta melalui perubahan hormonal dan respons biologis tertentu yang berpotensi berdampak pada kesehatan ibu maupun janin. Karena itu, menciptakan lingkungan yang nyaman dan suportif selama kehamilan juga menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang Si Kecil (Dahlerup et al., 2018).
Pada akhirnya, kehamilan sehat merupakan hasil kerja sama Mommy dan Papa. Semakin baik persiapan yang dilakukan sejak program hamil, semakin besar pula peluang untuk mendukung perkembangan janin yang optimal.
Fakta bahwa gen ayah berperan penting dalam pembentukan plasenta menunjukkan bahwa persiapan kehamilan bukan hanya tanggung jawab Mommy, tetapi juga Papa. Kesehatan sperma, pola hidup, dan kesiapan ayah sebelum pembuahan dapat mempengaruhi kualitas plasenta yang nantinya berfungsi menyalurkan oksigen dan nutrisi untuk mendukung tumbuh kembang janin selama di dalam kandungan.
Karena itu, menjaga kesehatan sebelum hamil sebaiknya dilakukan bersama sebagai sebuah tim. Dengan menerapkan pola hidup sehat sejak masa promil, Mommy dan Papa dapat memberikan awal kehidupan yang lebih baik bagi Si Kecil.
Jika Mommy dan Papa masih memiliki pertanyaan seputar persiapan kehamilan, kehamilan, atau menyusui, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Konselor Menyusui Mom Uung agar mendapatkan informasi dan pendampingan yang tepat sesuai kebutuhan keluarga. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa bagikan kepada Papa atau pasangan lainnya agar semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya peran ayah sejak awal kehidupan buah hati.
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Agus Heriyanto, Sp.OG., MARS.MM.CHt atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.
Kesehatan Papa memengaruhi kualitas sperma yang membawa materi genetik untuk pembentukan embrio. Pola hidup sehat sebelum promil dapat membantu meningkatkan kualitas sperma sekaligus mendukung perkembangan plasenta dan tumbuh kembang janin.