
Momuung.com – Bayi yang tiba-tiba menolak menyusu tentu bisa bikin Mommy khawatir. Apalagi kalau sebelumnya Si Kecil menyusu dengan baik, lalu mendadak menangis, memalingkan kepala, atau tidak mau melekat di payudara.
Kondisi ini bisa disebut Nursing strike, yaitu ketika bayi yang sebelumnya sudah menyusu tiba-tiba menolak menyusu untuk sementara. Nursing strike tidak selalu berarti Si Kecil sudah ingin berhenti menyusu. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari bayi sedang sakit atau tidak nyaman hingga perubahan rutinitas menyusui.
Jadi, Mommy tidak perlu langsung berpikir bahwa ASI sudah tidak cukup atau Si Kecil tidak mau menyusu lagi. Yuk, kenali apa yang bisa dilakukan saat bayi menolak menyusu, termasuk cara memberikan ASI perah dengan finger feeding.
Nursing strike bisa terjadi karena berbagai kondisi. Beberapa penyebab yang cukup sering antara lain:
Apa pun penyebabnya, hindari memaksa Si Kecil untuk terus melekat. Memaksa justru bisa membuat pengalaman menyusu terasa semakin tidak nyaman. Coba tawarkan kembali saat bayi sudah lebih tenang, dalam suasana yang minim distraksi.
Tujuan utama Mommy adalah memastikan kebutuhan ASI tetap terpenuhi sambil membantu Si Kecil kembali nyaman dengan payudara.
Beberapa hal yang bisa Mommy coba:
Nah, selama Si Kecil belum kembali menyusu langsung, ASI perah tetap bisa diberikan melalui metode pemberian makan alternatif, salah satunya finger feeding.
Finger feeding adalah metode memberikan ASI perah menggunakan jari dan selang kecil (feeding tube). Bayi mengisap jari Mommy yang sudah bersih, sementara ASI dialirkan melalui selang yang ditempatkan di sepanjang jari.
Salah satu kelebihannya, bayi tetap melakukan gerakan mengisap dan dapat mengatur aliran ASI melalui ritme isapannya. Metode ini dapat menjadi pilihan sementara pada kondisi tertentu, terutama ketika bayi belum dapat menyusu langsung secara optimal.
Namun, finger feeding tidak otomatis cocok untuk semua bayi. Pada bayi baru lahir, prematur, atau bayi yang mengalami kesulitan mengisap dan menelan, sebaiknya Mommy mendapatkan arahan dari konselor laktasi atau tenaga kesehatan terlebih dahulu.
Sebelum mencoba, pastikan tangan dan perlengkapan sudah bersih. Setelah itu, Mommy bisa mengikuti langkah berikut:
Cuci tangan dengan sabun dan pastikan kuku jari yang digunakan pendek. Siapkan ASI perah dan feeding tube yang sesuai.
Gendong Si Kecil dalam posisi semi-tegak dengan kepala dan leher tersangga dengan baik. Hindari posisi telentang saat memberikan ASI.
Sentuhkan jari dengan lembut pada bibir bayi dan tunggu sampai mulut terbuka. Jangan memasukkan jari secara paksa.
Letakkan bantalan jari menghadap ke atas dan sisi kuku mengarah ke lidah. Biarkan bayi mengisap jari dengan ritmenya sendiri. Jari tidak perlu dimasukkan terlalu dalam.
Letakkan ujung feeding tube di dekat ujung jari dan pastikan selang tidak mengganggu jalan napas atau membuat bayi tidak nyaman.
Saat bayi mengisap, ASI akan mengalir melalui selang. Ketika Si Kecil berhenti mengisap, aliran ASI juga perlu berhenti. Perhatikan apakah bayi dapat mengoordinasikan mengisap, menelan, dan bernapas dengan baik.
Kalau Si Kecil batuk terus-menerus, tersedak, tampak kesulitan bernapas, atau terlihat sangat tidak nyaman, hentikan pemberian dan minta bantuan tenaga kesehatan.

Finger feeding sebaiknya digunakan sebagai bantuan sementara, bukan berarti Mommy harus berhenti menawarkan payudara. Sambil memastikan kebutuhan ASI tetap terpenuhi, Mommy bisa perlahan membantu Si Kecil kembali merasa nyaman dengan menyusu langsung.
Coba lakukan skin-to-skin contact, tawarkan payudara saat bayi sedang tenang atau mengantuk, dan hindari memaksa latch. Proses kembali menyusu memang bisa membutuhkan waktu, jadi berikan kesempatan pada Si Kecil untuk beradaptasi secara perlahan.
Selain itu, penting juga bagi Mommy untuk memahami apa yang mungkin membuat Si Kecil menolak menyusu sejak awal. Dengan mengetahui penyebabnya, Mommy bisa lebih mudah menentukan cara yang tepat untuk membantu bayi kembali menyusu. Yuk, cari tahu lebih lanjut lewat artikel Kenapa Bayi Tiba-Tiba Tidak Mau Menyusu? Ini Penyebabnya.
Kalau Si Kecil belum mau menyusu langsung, jangan lupa tetap pumping secara rutin. Saat bayi tidak menyusu di payudara, memerah ASI dengan frekuensi yang mendekati pola minumnya dapat membantu memberikan stimulasi pada payudara untuk mempertahankan produksi ASI.
Di fase seperti ini, pumping bukan cuma soal mendapatkan ASI perah. Mommy juga perlu tetap menjaga rutinitas pengeluaran ASI selama Si Kecil belum kembali menyusu langsung.
Karena itu, breast pump yang nyaman, praktis, dan mendukung rutinitas pumping bisa menjadi partner penting Mommy. M2 Pro Portable Electric Breast Pump dari Mom Uung hadir dengan SmartCycle™ Technology yang dirancang untuk mendukung pengalaman pumping yang lebih nyaman dan efisien. M2 Pro juga dilengkapi Fast Emptying, Deep Suction Mode, Hospital & Medical Grade, serta Lifetime Warranty, sehingga bisa menjadi pilihan bagi Mommy yang membutuhkan fleksibilitas saat pumping.
Dengan desain yang portable, M2 Pro juga lebih mudah dibawa untuk berbagai situasi, termasuk ketika Mommy perlu pumping di sela aktivitas atau saat Si Kecil masih dalam fase belum mau menyusu langsung.
Tetap ingat, hasil pumping setiap Mommy bisa berbeda. Kenyamanan, ukuran flange, pengaturan suction, teknik pumping, dan frekuensi pengeluaran ASI juga dapat memengaruhi pengalaman dan hasil pumping. Kalau Mommy sedang mencari cara untuk mengatur sesi pumping tambahan atau ingin memahami teknik pumping yang sering digunakan untuk memberikan stimulasi lebih, yuk kenali lebih lanjut Power Pumping: Cara, Jadwal, dan Tips Meningkatkan ASI.
Nursing strike bisa berlangsung sementara, tetapi Mommy tetap perlu memastikan Si Kecil mendapatkan asupan yang cukup.
Segera konsultasikan dengan dokter anak atau konselor laktasi jika:
Pada bayi sekitar usia 5 sampai 7 hari, setidaknya 6 popok basah per hari merupakan salah satu tanda bahwa asupan ASI berjalan cukup. Namun, penilaian asupan tetap perlu melihat kondisi bayi secara keseluruhan dan perkembangan berat badannya.
Bayi yang tiba-tiba menolak menyusu tidak selalu berarti Si Kecil sudah tidak mau ASI. Nursing strike bisa terjadi karena berbagai hal dan sering kali bersifat sementara.
Selama Si Kecil belum kembali menyusu langsung, Mommy tetap bisa memberikan ASI perah dengan metode alternatif seperti finger feeding, sambil perlahan menciptakan kembali pengalaman menyusu yang nyaman.
Yang tidak kalah penting, tetap jaga rutinitas pengeluaran ASI agar produksi tetap terstimulasi. Dengan dukungan yang tepat, Mommy tidak harus menghadapi fase ini sendirian.
Kalau Mommy masih bingung mencari penyebab Si Kecil menolak menyusu atau ingin memastikan teknik menyusui dan pumping sudah tepat, Mommy bisa berkonsultasi dengan Konselor Menyusui Mom Uung secara GRATIS 24 jam.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.