Menyusui
Ditulis oleh:
Elsa Yuni KartikaElsa Yuni Kartika

7 Tanda Burnout Saat Menyusui yang Sering Diabaikan Mommy

Mommin
Mommin
19 Juni 2026·5 min baca
0
7 Tanda Burnout Saat Menyusui yang Sering Diabaikan Mommy

Banyak orang membayangkan momen menyusui sebagai pengalaman yang indah dan penuh kehangatan. Memang benar, menyusui dapat menjadi salah satu cara Mommy membangun kedekatan dengan si Kecil. Namun, di balik itu, proses menyusui juga membutuhkan energi yang tidak sedikit.

Bangun berkali-kali di malam hari, memastikan kebutuhan si Kecil terpenuhi, menghadapi berbagai tantangan menyusui, hingga beradaptasi dengan peran baru sebagai ibu dapat membuat Mommy merasa lelah, baik secara fisik maupun emosional.

Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini bisa berkembang menjadi breastfeeding burnout atau burnout saat menyusui.

Jadi, bagaimana cara mengenalinya?

DAFTAR ISI

Apa Itu Burnout Saat Menyusui?

Burnout saat menyusui adalah kondisi ketika Mommy mengalami kelelahan emosional, fisik, dan mental akibat tuntutan menyusui dan merawat bayi baru lahir.

Menurut beberapa penelitian, kondisi ini dapat muncul ketika berbagai faktor terjadi secara bersamaan, seperti kurang tidur, rasa sakit saat menyusui, stres berkepanjangan, serta minimnya dukungan dari lingkungan sekitar.

Mommy mungkin mengalami:

  • Kelelahan yang terus-menerus
  • Merasa kewalahan dengan rutinitas menyusui
  • Sulit memiliki waktu untuk beristirahat
  • Kehabisan energi secara emosional

Meski bukan diagnosis medis secara khusus, burnout saat menyusui kini semakin mendapat perhatian sebagai perhatian salah satu isu penting dalam kesehatan ibu pasca persalinan.

Tanda-Tanda Mommy Mengalami Burnout Saat Menyusui

Kadang, Mommy mengira rasa lelah yang dialami adalah hal yang “normal” sebagai ibu baru. Padahal, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa Mommy mungkin membutuhkan bantuan atau dukungan lebih.

Berikut beberapa tanda burnout saat menyusui yang perlu diperhatikan:

1. Merasa sangat lelah meski sudah beristirahat

Tidur singkat atau kesempatan beristirahat tidak lagi terasa cukup untuk mengembalikan energi Mommy.

2. Merasa cemas atau kewalahan saat akan menyusui

Alih-alih merasa tenang, sesi menyusui justru memicu rasa khawatir, tertekan, atau takut.

3. Mudah tersinggung

Hal-hal kecil yang biasanya tidak menjadi masalah bisa terasa sangat menguras emosi.

4. Lebih sering menangis

Mommy menjadi lebih sensitif dan mudah merasa sedih tanpa alasan yang jelas.

5. Mengalami nyeri fisik saat menyusui

Nyeri pada puting, payudara, atau ketidaknyamanan yang terus berlangsung dapat memperburuk kondisi emosional.

6. Sulit menikmati momen bersama si Kecil

Kelelahan yang berlebihan terkadang membuat Mommy kesulitan merasakan bonding dengan bayi.

7. Merasa bersalah atau gagal sebagai ibu

Mommy mungkin mulai berpikir bahwa diri sendiri tidak cukup baik atau tidak mampu menjalani peran sebagai ibu.

Jika kondisi ini berlangsung cukup lama, burnout saat menyusui juga dapat tumpang tindih dengan gejala depresi pasca persalinan atau postpartum anxiety. Karena itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila Mommy merasa membutuhkannya.

Tanda Mommy burnout saat menyusui

Apa yang Bisa Menyebabkan Burnout Saat Menyusui?

Setiap Mommy memiliki pengalaman yang berbeda. Namun, beberapa hal berikut dapat meningkatkan risiko burnout:

  • Sering menyusui di malam hari sehingga kurang tidur
  • Tekanan untuk memberikan ASI eksklusif
  • Kurangnya dukungan dari pasangan atau keluarga
  • Kesulitan pelekatan yang menyebabkan nyeri saat menyusui
  • Perubahan hormon setelah melahirkan
  • Ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap diri sendiri

Tidak jarang pula, paparan media sosial yang menampilkan gambaran “ibu sempurna” membuat Mommy merasa harus mampu melakukan semuanya tanpa bantuan.

Padahal, meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan.

Burnout Saat Menyusui Juga Bisa Memengaruhi Kondisi Fisik

Burnout bukan hanya soal emosi.

Kondisi ini juga bisa memengaruhi kesehatan fisik Mommy, seperti:

  • Sakit kepala
  • Nyeri otot atau pegal-pegal
  • Nafsu makan menurun
  • Sulit berkonsentrasi
  • Kelelahan berkepanjangan
  • Tubuh terasa mudah lelah dan tidak bertenaga

Karena itu, penting bagi Mommy untuk mendengarkan sinyal yang diberikan tubuh.

Kapan Mommy Perlu Mencari Bantuan Profesional?

Jangan menunggu sampai semuanya terasa terlalu berat.

Segera konsultasikan dengan dokter, bidan, atau psikolog jika:

  • Burnout berlangsung lebih dari dua minggu
  • Mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Menimbulkan kesedihan yang intens
  • Memengaruhi pola tidur dan pola makan
  • Membuat Mommy kesulitan menjalin kedekatan dengan si Kecil
  • Muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau merasa tidak sanggup menjalani hari

Mommy tidak harus menghadapi semuanya sendirian.

Cara Mengurangi Tekanan Burnout Saat Menyusui

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu Mommy merasa lebih ringan.

Berbagi tanggung jawab dengan pasangan

Paksu bisa membantu mengganti popok, menggendong bayi setelah menyusu, atau mengambil alih pekerjaan rumah tangga.

Prioritaskan waktu istirahat

Manfaatkan waktu tidur si Kecil untuk beristirahat, meski hanya sebentar.

Ceritakan apa yang Mommy rasakan

Bicaralah dengan pasangan, keluarga, sahabat, atau sesama ibu menyusui.

Cari bantuan untuk masalah menyusui

Jika Mommy mengalami nyeri atau kesulitan pelekatan, segera konsultasikan dengan konselor laktasi atau tenaga kesehatan.

Berikan ruang untuk diri sendiri

Sesekali luangkan waktu melakukan hal sederhana yang Mommy sukai, seperti mandi lebih lama, berjalan santai, atau menikmati minuman hangat.

Perhatikan kebutuhan nutrisi Mommy

Di tengah kesibukan mengurus bayi, jangan sampai Mommy lupa merawat tubuh sendiri. Pastikan kebutuhan cairan dan nutrisi tetap terpenuhi melalui pola makan bergizi seimbang. Bila diperlukan, Mommy juga dapat mempertimbangkan asupan pendamping seperti ASI booster Mom Uung berstandar OHT, yang diformulasikan untuk menemani perjalanan menyusui dengan kandungan nutrisi pendukung seperti protein, kalsium, zat besi, zinc, serta ekstrak daun kelor dan daun katuk. Namun, perlu diingat bahwa ASI booster bukan pengganti makanan bergizi maupun solusi instan untuk mengatasi burnout.

Ingat bahwa Mommy juga perlu dirawat

Merawat diri sendiri bukan berarti egois. Justru, Mommy yang sehat secara fisik dan emosional akan lebih siap mendampingi tumbuh kembang si Kecil.

Mommy Tidak Harus Kuat Sendirian

Burnout saat menyusui adalah kondisi yang nyata dan bisa dialami oleh siapa saja. Mengalaminya bukan berarti Mommy kurang bersyukur, kurang sabar, atau kurang mencintai si Kecil.

Faktanya, banyak ibu yang pernah berada di posisi yang sama.

Karena itu, jika hari ini Mommy merasa lelah, izinkan diri untuk beristirahat. Jika merasa kewalahan, jangan ragu meminta bantuan. Dan jika merasa tidak baik-baik saja, ketahuilah bahwa perasaan tersebut valid.

Karena perjalanan menyusui bukan tentang menjadi ibu yang sempurna, melainkan tentang belajar, beradaptasi, dan terus bertumbuh bersama si Kecil.

Ingat ya, Mom. Di balik kebutuhan si Kecil yang perlu dipenuhi, ada diri Mommy yang juga membutuhkan perhatian, dukungan, dan kasih sayang.

Karena ibu yang terawat juga merupakan bagian penting dari tumbuh kembang anak yang sehat.


FAQ Seputar Topik Ini

Apa itu burnout saat menyusui?

Burnout saat menyusui adalah kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang dialami ibu akibat tuntutan menyusui dan merawat bayi secara terus-menerus.

Apa saja tanda burnout saat menyusui?

Beberapa tandanya meliputi kelelahan ekstrem, mudah marah, sering menangis, merasa bersalah, sulit menikmati waktu bersama bayi, serta merasa kewalahan saat menyusui.

Apakah burnout saat menyusui itu normal?

Perasaan lelah saat menyusui memang umum terjadi. Namun, jika berlangsung lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari, Mommy perlu mencari bantuan profesional.

Belanja Produk Mom Uung di Official Shopee Store
Momuung

Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚

Tulis komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Share
Mommin

Mommin

Content Writer Mom Uung.