5 Gerakan untuk Bayi Sungsang yang Perlu Diketahui

Menjelang trimester ketiga, salah satu hal yang mungkin membuat Mommy khawatir adalah ketika dokter atau bidan mengatakan bahwa posisi Si Kecil masih sungsang. Pikiran tentang kemungkinan melahirkan secara normal atau melalui operasi caesar pun bisa mulai muncul.
Posisi bayi sungsang berarti kepala bayi masih berada di bagian atas rahim, sedangkan bokong atau kakinya mengarah ke jalan lahir. Posisi ini masih cukup umum ketika usia kehamilan masih di bawah 30 minggu karena Si Kecil masih memiliki ruang untuk bergerak dan berputar. Namun, jika kehamilan semakin mendekati hari perkiraan lahir (HPL) dan posisi bayi masih sungsang, Mommy perlu mendiskusikan langkah selanjutnya dengan dokter obgyn.
Ada beberapa gerakan yang sering dicoba selama kehamilan untuk membantu menjaga mobilitas tubuh dan kenyamanan panggul. Namun, gerakan tersebut tidak menjamin bayi akan berputar ke posisi kepala di bawah. Karena itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mencoba latihan apa pun, terutama jika posisi bayi sudah dipastikan sungsang.
DAFTAR ISI
Penyebab dan Faktor Risiko Bayi Sungsang
Menurut Toijonen et al. (2020), ada beberapa kondisi yang berkaitan dengan posisi bayi sungsang. Beberapa di antaranya meliputi:
- Persalinan prematur. Bayi yang lahir lebih awal memiliki waktu lebih sedikit untuk berputar secara alami ke posisi kepala di bawah.
- Jumlah air ketuban tidak ideal. Air ketuban yang terlalu sedikit atau terlalu banyak dapat memengaruhi ruang gerak bayi di dalam rahim.
- Plasenta previa. Kondisi ketika plasenta berada di bagian bawah rahim dan menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir sehingga dapat memengaruhi posisi kepala bayi.
- Riwayat persalinan sebelumnya. Riwayat kehamilan dan persalinan, termasuk operasi caesar, dapat berkaitan dengan kondisi rahim yang perlu diperhatikan.
- Pertumbuhan janin terhambat. Kondisi ini dapat berkaitan dengan pergerakan dan posisi janin.
- Kondisi anatomi rahim atau panggul. Bentuk rahim atau kondisi panggul tertentu dapat memengaruhi posisi bayi menjelang persalinan.
Meski demikian, posisi sungsang tidak selalu disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Sebagian bayi tetap berada dalam posisi sungsang tanpa penyebab yang dapat diketahui secara pasti.
Baca Juga:
5 Gerakan untuk Ibu Hamil saat Bayi Masih Sungsang
Sebelum mencoba gerakan berikut, pastikan dokter sudah menyatakan bahwa aktivitas tersebut sesuai dengan kondisi kehamilan Mommy. Jangan memaksakan posisi yang menimbulkan nyeri, sesak, pusing, atau rasa tidak nyaman.
1. Posisi Bersujud (Knee-Chest Position)
Posisi knee-chest dilakukan dengan bertumpu pada lutut dan dada, sementara bokong berada lebih tinggi. Dalam draft ini, gerakan dilakukan selama sekitar 15 menit, sebanyak tiga kali sehari saat perut kosong.
Sebelum mencobanya, Mommy perlu meminta arahan dokter mengenai posisi dan durasi yang sesuai. Perlu diingat, belum ada bukti ilmiah yang cukup bahwa posisi ini dapat membuat bayi sungsang berputar ke posisi kepala di bawah.
2. Posisi Mengangkat Panggul (Pelvic Tilt)
Gerakan yang tercantum dalam draft adalah posisi jongkok dengan kaki dibuka lebih lebar daripada bahu. Gerakan ini ditujukan untuk membantu merelaksasi otot panggul dan memberi ruang bagi bayi untuk bergerak.
Namun, deskripsi tersebut perlu dikonfirmasi kembali dengan dokter karena berbeda dengan gerakan pelvic tilt yang umum dikenal. Pastikan jenis gerakan dan cara melakukannya sudah sesuai sebelum dipraktikkan.
3. Birthing Squat (Jongkok Melahirkan)
Birthing squat dilakukan dengan posisi jongkok dan kaki dibuka lebih lebar daripada bahu. Gerakan ini bertujuan membantu merelaksasi otot panggul.
Karena gerakan jongkok dapat memberikan beban pada tubuh dan panggul, Mommy sebaiknya meminta dokter memastikan apakah latihan ini aman dilakukan sesuai usia kehamilan dan kondisi tubuh. Gunakan penyangga jika diperlukan dan jangan memaksakan posisi jongkok terlalu dalam.
4. Gym Ball Workout
Mommy dapat mencoba duduk tegak di atas bola senam atau gym ball, kemudian menggerakkan panggul secara perlahan.
Gerakan ini ditujukan untuk membantu melatih mobilitas panggul dan otot inti tubuh. Pastikan ukuran bola sesuai, letakkan di permukaan yang tidak licin, dan lakukan di dekat penyangga atau dengan bantuan orang lain agar lebih stabil.
5. Cat-Cow Stretch
Gerakan cat-cow stretch dilakukan dengan posisi merangkak, kemudian melengkungkan punggung ke atas dan ke bawah secara perlahan.
Gerakan ini membantu meregangkan otot punggung dan perut bagian bawah sekaligus menjaga mobilitas tubuh. Lakukan dengan gerakan lembut dan tetap bernapas teratur. Hentikan latihan jika Mommy merasa sakit, pusing, atau tidak nyaman.
Perlu diingat bahwa latihan-latihan di atas bukan metode yang terbukti dapat mencegah atau mengubah posisi bayi sungsang. Tujuan dan keamanan setiap gerakan perlu disesuaikan dengan kondisi kehamilan Mommy.
Tips Tambahan agar Tetap Nyaman Selama Kehamilan
Selain melakukan latihan fisik yang telah disetujui dokter, Mommy juga dapat menjaga kenyamanan selama kehamilan melalui kebiasaan sehari-hari.
- Tidur miring ke kiri. Posisi ini dapat membantu menjaga aliran darah selama kehamilan dan bisa menjadi pilihan tidur yang nyaman. Namun, posisi tidur tertentu tidak terbukti dapat memutar bayi yang sungsang ke posisi kepala di bawah.
- Berenang. Jika kehamilan tidak memiliki kontraindikasi, berenang dapat menjadi salah satu pilihan aktivitas fisik untuk membantu tubuh tetap aktif dan merelaksasi otot. Pastikan dokter menyatakan aktivitas ini aman untuk kondisi Mommy, terutama jika terdapat masalah air ketuban, risiko persalinan prematur, atau komplikasi kehamilan lainnya.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Sebelum memulai latihan atau mengubah kebiasaan selama kehamilan, Mommy sebaiknya berdiskusi dengan dokter obgyn, terutama jika memiliki kondisi seperti:
- Tekanan darah tinggi atau preeklamsia.
- Masalah air ketuban, termasuk ketuban pecah dini atau jumlah air ketuban yang tidak normal.
- Risiko perdarahan atau plasenta previa.
Selain itu, jika posisi bayi masih sungsang ketika usia kehamilan mendekati 36 minggu, dokter biasanya akan mendiskusikan pilihan penanganan yang sesuai. Salah satu prosedur yang mungkin ditawarkan adalah external cephalic version (ECV), yaitu upaya memutar bayi dari luar perut oleh tenaga medis terlatih jika kondisi Mommy memenuhi syarat.
Jadi, jangan mengandalkan senam atau perubahan posisi tubuh saja untuk menangani bayi sungsang. Pemeriksaan dan arahan dokter tetap menjadi langkah utama untuk menentukan pilihan yang aman bagi Mommy dan Si Kecil.
Kesimpulan
Mengetahui posisi bayi masih sungsang menjelang persalinan memang dapat membuat Mommy khawatir. Namun, posisi ini masih bisa berubah secara alami selama kehamilan, terutama sebelum mendekati waktu persalinan.
Beberapa latihan seperti knee-chest position, gerakan panggul, birthing squat, gym ball workout, dan cat-cow stretch dapat dibahas bersama dokter sebagai bagian dari aktivitas fisik selama kehamilan. Namun, latihan tersebut tidak terbukti menjamin bayi akan berputar ke posisi kepala di bawah.
Yang terpenting, pastikan setiap gerakan sesuai dengan kondisi kesehatan Mommy dan jangan ragu meminta bantuan dokter untuk menentukan langkah selanjutnya jika Si Kecil masih sungsang menjelang HPL.
Selain memperhatikan posisi Si Kecil, Mommy juga bisa mempelajari berbagai gerakan senam hamil trimester ketiga untuk membantu menjaga kebugaran dan kenyamanan tubuh. Yuk, baca juga artikel Gerakan Senam Hamil untuk Trimester Ketiga sebagai panduan aktivitas fisik yang sesuai selama kehamilan.
Simpan artikel ini sebagai bahan diskusi saat konsultasi kehamilan dan bagikan kepada teman sesama bumil agar mereka juga mendapatkan informasi yang tepat.
Referensi
- Majewska, P., & Szablewska, A. (2025). Associations Between Physical Activity in Pregnancy and Maternal, Perinatal, and Neonatal Parameters: A Single-Center Prospective Cohort Study. Journal of Clinical Medicine, 14(7), 2325. https://doi.org/10.3390/jcm14072325
- Toijonen, A. E., Heinonen, S. T., Gissler, M. V. M., & Macharey, G. (2020). A comparison of risk factors for breech presentation in preterm and term labor: A nationwide, population-based case-control study. Archives of Gynecology and Obstetrics, 301(2), 393–403. https://doi.org/10.1007/s00404-019-05385-5
FAQ Seputar Topik Ini
Apa saja gerakan untuk ibu hamil saat bayi sungsang?
Beberapa gerakan yang sering dibahas adalah knee-chest position, latihan mobilitas panggul, birthing squat, duduk di atas gym ball, dan cat-cow stretch. Namun, gerakan tersebut belum terbukti secara konsisten dapat mengubah posisi bayi sungsang. Konsultasikan dengan dokter sebelum mencobanya.
Apakah bayi sungsang bisa berputar sendiri menjadi posisi kepala di bawah?
Ya, bayi sungsang masih bisa berputar secara alami, terutama ketika usia kehamilan belum mendekati cukup bulan. Namun, kemungkinan bayi berputar bergantung pada usia kehamilan dan kondisi masing-masing. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memantau posisinya.
Bagaimana cara mengatasi bayi sungsang secara medis?
Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah external cephalic version (ECV), yaitu prosedur ketika tenaga medis terlatih mencoba memutar bayi melalui tekanan terkontrol pada perut ibu. Prosedur ini hanya dilakukan jika kondisi ibu dan bayi memenuhi kriteria medis.




Komentar
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!