Ibu Hamil Minum Susu Kental Manis, Aman atau Tidak?

Ibu hamil boleh mengonsumsi susu kental manis (SKM) sesekali dalam jumlah kecil sebagai topping atau pelengkap makanan. Namun, SKM tidak dianjurkan sebagai pengganti susu atau minuman utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan karena kandungan gula tambahannya cukup tinggi dan komposisi gizinya tidak dirancang khusus untuk kebutuhan Ibu hamil.
Rasanya yang manis dan teksturnya yang kental memang membuat SKM cocok ditambahkan pada roti, pancake, atau makanan lainnya. Meski berasal dari susu, SKM memiliki fungsi yang berbeda dari susu yang dikonsumsi untuk membantu melengkapi kebutuhan gizi selama kehamilan.
Lantas, apa yang perlu Ibu perhatikan sebelum mengonsumsi SKM saat hamil? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
DAFTAR ISI
Mengenal Kandungan Susu Kental Manis
Susu kental manis merupakan produk berbahan dasar susu yang sebagian airnya dihilangkan dan ditambahkan gula. Gula memberikan rasa manis sekaligus membantu memperpanjang daya simpan produk.
SKM tetap mengandung zat gizi dari susu, tetapi kandungan gula tambahannya perlu diperhatikan. Karena itu, SKM tidak bisa disamakan dengan susu yang diformulasikan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
Berikut perbedaan keduanya yang perlu Ibu ketahui.
| Aspek | Susu Kental Manis | Susu Khusus Kehamilan |
| Fungsi | Pelengkap makanan atau minuman | Membantu melengkapi asupan gizi selama kehamilan |
| Kandungan gula | Mengandung gula tambahan | Bervariasi sesuai formulasi produk |
| Kandungan nutrisi | Mengandung zat gizi dari susu, dengan gula sebagai komponen utama tambahan | Umumnya diperkaya zat gizi seperti asam folat, zat besi, dan kalsium |
| Penggunaan | Sebaiknya dalam jumlah kecil sebagai pelengkap | Dikonsumsi sesuai petunjuk produk dan kebutuhan nutrisi |
Perlu diingat, menambahkan air ke dalam SKM hanya membuat teksturnya lebih encer, bukan menambah kandungan gizinya. Jadi, SKM yang diseduh tetap tidak setara dengan susu yang diformulasikan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi Ibu hamil.
Baca Juga:
Mengapa Ibu Hamil Sebaiknya Tidak Mengandalkan SKM sebagai Minuman Harian?
Mengonsumsi SKM sesekali sebagai pelengkap makanan berbeda dengan menjadikannya minuman susu setiap hari. Hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah gula yang dikonsumsi dan apakah kebutuhan nutrisi Ibu sudah terpenuhi dari makanan sehari-hari.
Berikut beberapa alasan mengapa konsumsi SKM perlu dibatasi.
1. Kandungan Gula Tambahan Perlu Diperhatikan
SKM mengandung gula tambahan yang menyumbang energi, tetapi tidak memberikan vitamin dan mineral dalam jumlah sebanding dengan kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
Jika dikonsumsi berlebihan, gula tambahan dapat meningkatkan asupan energi harian. Dalam jangka panjang, pola makan tinggi gula juga dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan berlebih dan masalah kesehatan gigi.
World Health Organization (WHO, 2015) merekomendasikan agar konsumsi gula bebas dibatasi hingga kurang dari 10% dari total kebutuhan energi harian. Untuk pola makan dengan kebutuhan energi 2.000 kkal per hari, jumlah tersebut setara dengan kurang dari 50 gram gula bebas sehari.
Perlu diingat, batas ini mencakup gula dari berbagai makanan dan minuman, bukan hanya SKM. Jadi, Ibu juga perlu memperhatikan konsumsi minuman manis, kue, dan makanan lain yang mengandung gula tambahan.
2. Tidak Cukup untuk Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Kehamilan
Selama hamil, kebutuhan beberapa zat gizi meningkat untuk mendukung kesehatan Ibu dan perkembangan buah hati. SKM saja tidak dapat memenuhi kebutuhan tersebut secara lengkap.
Menurut Mousa et al. (2019), kecukupan zat gizi makro dan mikro selama kehamilan berperan penting dalam menjaga kesehatan Ibu serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin.
Beberapa zat gizi yang perlu Ibu penuhi antara lain:
- Protein: membantu pembentukan dan pertumbuhan jaringan tubuh buah hati.
- Zat besi: mendukung pembentukan sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.
- Asam folat: membantu pembentukan tabung saraf janin, terutama pada awal kehamilan.
- Kalsium: mendukung pembentukan tulang dan gigi buah hati.
- Vitamin dan mineral lainnya: membantu berbagai proses penting dalam tubuh Ibu dan perkembangan janin.
Untuk memenuhinya, Ibu dianjurkan mengonsumsi makanan yang beragam, seperti telur, ikan, daging, kacang-kacangan, sayur, buah, serta sumber kalsium. Suplemen kehamilan dapat digunakan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
3. Ibu dengan Diabetes Gestasional Perlu Lebih Berhati-hati
Diabetes gestasional adalah kondisi ketika kadar gula darah meningkat selama kehamilan. Kondisi ini dapat terjadi karena perubahan hormon kehamilan membuat tubuh kurang responsif terhadap insulin, yaitu hormon yang membantu mengatur kadar gula darah.
Konsumsi SKM sesekali tidak otomatis menyebabkan diabetes gestasional. Namun, kandungan gula dan karbohidratnya tetap perlu diperhitungkan, terutama jika Ibu sudah didiagnosis mengalami kondisi tersebut.
Menurut Plows et al. (2018), diabetes gestasional yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Salah satunya adalah makrosomia, yaitu kondisi ketika berat badan bayi saat lahir lebih besar dari yang diharapkan, yang dapat meningkatkan risiko komplikasi persalinan.
Jika Ibu mengalami diabetes gestasional, sebaiknya konsultasikan pilihan makanan dan minuman dengan dokter atau ahli gizi. Pengaturan makan, pemantauan gula darah, dan pengobatan bila diperlukan dapat membantu mengendalikan kondisi ini (ACOG, 2018).
Cara Bijak Mengonsumsi SKM Saat Hamil
Ibu tidak harus menghindari SKM sepenuhnya jika ingin menikmatinya sesekali. Hal terpenting adalah memperhatikan porsi, frekuensi konsumsi, dan keseimbangan menu harian.
Berikut beberapa tips yang bisa Ibu terapkan.
- Gunakan sebagai topping atau pelengkap. Tambahkan sedikit SKM pada roti atau makanan lainnya, bukan menjadikannya pengganti makanan utama.
- Hindari tambahan pemanis berlebihan. Jika makanan sudah menggunakan SKM, Ibu bisa mengurangi atau tidak menambahkan gula dan sirop lagi.
- Perhatikan informasi gizi pada kemasan. Cek kandungan gula per sajian dan sesuaikan dengan jumlah yang benar-benar dikonsumsi.
- Tetap konsumsi makanan bergizi seimbang. Lengkapi menu dengan sumber protein, karbohidrat, sayur, buah, serta sumber vitamin dan mineral.
- Sesuaikan dengan kondisi kesehatan. Jika Ibu memiliki diabetes gestasional atau kondisi medis tertentu, konsultasikan pilihan makanan dan minuman dengan tenaga kesehatan.
Dengan cara ini, Ibu tetap bisa menikmati makanan favorit tanpa mengabaikan kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
Pilihan Minuman untuk Membantu Memenuhi Nutrisi Ibu Hamil
Selain membatasi gula tambahan, Ibu juga perlu memastikan kebutuhan cairan dan nutrisi harian terpenuhi. Susu bisa menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi asupan gizi selama kehamilan, terutama jika mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan Ibu dan janin.
Saat memilih susu, Ibu bisa memperhatikan kandungan protein, kalsium, zat besi, asam folat, serta vitamin lainnya. Kandungan gula juga perlu diperhatikan agar Ibu dapat menyesuaikan asupan dengan kebutuhan harian.
Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah Susu Mylkflow Mom Uung, susu bernutrisi untuk Ibu hamil dan menyusui yang mengandung 4 makronutrien dan 12 mikronutrien. Susu ini juga memiliki kandungan less sugar dan bebas laktosa (lactose-free), sehingga bisa menjadi alternatif bagi Ibu yang ingin membatasi asupan gula tambahan atau memiliki intoleransi laktosa.
Mylkflow Mom Uung turut mengandung protein, kalsium, zat besi, dan asam folat (vitamin B9) yang berperan dalam mendukung kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Selain itu, kandungan vitamin B6 dapat membantu mendukung metabolisme tubuh dan berperan dalam mengurangi mual pada sebagian Ibu hamil.
Meski begitu, kebutuhan nutrisi setiap Ibu bisa berbeda. Susu tetap berfungsi sebagai pelengkap pola makan bergizi seimbang, bukan pengganti makanan utama atau suplemen yang direkomendasikan oleh tenaga kesehatan.
Kesimpulan
Jadi, Ibu hamil boleh mengonsumsi susu kental manis sesekali dalam jumlah kecil sebagai topping atau pelengkap makanan, tetapi sebaiknya tidak menjadikannya minuman susu harian untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Kandungan gula tambahannya perlu dibatasi, sementara komposisi gizinya tidak dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan selama kehamilan.
Untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian, Ibu bisa memilih susu dengan kandungan gizi yang sesuai, seperti Susu Mylkflow Mom Uung. Dengan kandungan 4 makronutrien dan 12 mikronutrien, serta nutrisi penting seperti protein, kalsium, zat besi, dan asam folat, Mylkflow dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung kebutuhan gizi Ibu selama hamil dan menyusui.
Mylkflow Mom Uung juga memiliki kandungan less sugar, bebas laktosa, dan menggunakan stevia sebagai pemanis. Namun, tetap perhatikan takaran saji dan kebutuhan nutrisi pribadi, ya, Buibu. Lengkapi konsumsi susu dengan makanan bergizi seimbang dan ikuti anjuran tenaga kesehatan agar kebutuhan nutrisi Ibu dan si Kecil dapat terpenuhi dengan baik.
Referensi
- American College of Obstetricians and Gynecologists. (2018). ACOG Practice Bulletin No. 190: Gestational Diabetes Mellitus. Obstetrics & Gynecology, 131(2), e49-e64. https://doi.org/10.1097/AOG.0000000000002501
- Mousa, A., Naqash, A., & Lim, S. (2019). Macronutrient and micronutrient intake during pregnancy: An overview of recent evidence. Nutrients, 11(2), 443. https://doi.org/10.3390/nu11020443
- Plows, J. F., Stanley, J. L., Baker, P. N., Reynolds, C. M., & Vickers, M. H. (2018). The pathophysiology of gestational diabetes mellitus. International Journal of Molecular Sciences, 19(11), 3342. https://doi.org/10.3390/ijms19113342
- World Health Organization. (2015). Guideline: Sugars intake for adults and children. https://www.who.int/publications/i/item/9789241549028
- Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2021). Penjelasan Badan POM RI tentang pemberitaan susu kental manis (SKM). https://www.pom.go.id/penjelasan-publik/penjelasan-badan-pom-ri-tentang-pemberitaan-susu-kental-manis-skm
- Codex Alimentarius. Standard for sweetened condensed milks (CXS 282-1971). https://www.fao.org/input/download/standards/173/CXS_282e.pdf
- NHS. Have a healthy diet in pregnancy. https://www.nhs.uk/pregnancy/keeping-well/have-a-healthy-diet/
FAQ Seputar Topik Ini
Apakah ibu hamil boleh minum susu kental manis?
Ibu hamil boleh mengonsumsi susu kental manis sesekali dalam jumlah kecil sebagai topping atau pelengkap makanan. Namun, SKM tidak dianjurkan sebagai pengganti susu atau minuman utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan karena kandungan gula tambahannya tinggi dan komposisi gizinya tidak dirancang khusus untuk kebutuhan ibu hamil.
Apa risiko minum susu kental manis berlebihan saat hamil?
Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan gula tambahan dan energi harian. Jika berlangsung dalam pola makan yang tinggi gula, hal ini dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan berlebih dan masalah kesehatan gigi. Ibu hamil sebaiknya memperhatikan total gula dari seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Apakah susu kental manis bisa menggantikan susu ibu hamil?
Tidak. Meskipun berasal dari susu dan masih mengandung sebagian zat gizi, SKM memiliki kandungan gula tambahan yang tinggi dan bukan diformulasikan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi kehamilan. Ibu dapat memilih susu sesuai kebutuhan gizi dan tetap mengutamakan pola makan seimbang.
Bolehkah ibu hamil minum susu kental manis saat hamil muda?
Ibu hamil pada trimester pertama tetap sebaiknya membatasi konsumsi SKM sebagai pelengkap makanan, bukan sebagai minuman utama. Pada tahap ini, kecukupan nutrisi seperti asam folat sangat penting untuk mendukung perkembangan awal janin. Penuhi kebutuhan tersebut melalui makanan bergizi dan suplemen sesuai anjuran tenaga kesehatan.




Komentar
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!