Menyusui
Ditulis oleh:
Elsa Yuni KartikaElsa Yuni Kartika
Direview oleh:
Dr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLCDr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLCVerified

Cara Mengompres Payudara Bengkak Saat Menyusui dengan Tepat

Mommin
Mommin
7 November 2026·7 min baca
0
Cara Mengompres Payudara Bengkak Saat Menyusui dengan Tepat

Payudara terasa bengkak, keras, penuh, atau nyeri saat menyusui? Kondisi ini cukup sering dialami oleh ibu menyusui dan bisa membuat Mommy bingung menentukan penanganan yang tepat. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, sebaiknya menggunakan kompres hangat atau dingin, ya?

Keduanya memiliki manfaat yang berbeda. Kompres hangat dapat membantu ASI lebih mudah mengalir sebelum menyusui atau pumping, sedangkan kompres dingin membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri.

Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi payudara. Jika tidak tepat, kompres justru bisa membuat rasa tidak nyaman semakin berat.

Yuk, pahami perbedaan manfaat kompres hangat dan dingin, cara menggunakannya, serta kapan Mommy perlu mencari bantuan tenaga kesehatan.

DAFTAR ISI

Mengapa Payudara Mudah Bengkak Saat Menyusui?

Selama menyusui, payudara bekerja untuk memproduksi dan mengeluarkan ASI. Di dalamnya terdapat kelenjar penghasil ASI, saluran ASI, pembuluh darah, dan pembuluh limfatik yang saling mendukung proses menyusui (Mitchell et al., 2022).

Ketika ASI tidak dikeluarkan secara optimal, payudara bisa terasa penuh, keras, dan nyeri. Kondisi ini dapat terjadi, misalnya, ketika:

  • Jadwal menyusui terlewat.
  • Pelekatan Si Kecil saat menyusu belum tepat.
  • Pengeluaran ASI melalui menyusui atau pumping belum optimal.

Pada sebagian Mommy, penumpukan cairan di jaringan payudara atau edema juga dapat menyebabkan payudara terasa semakin tegang dan tidak nyaman.

Untuk membantu meredakan keluhan, Mommy perlu memilih kompres sesuai kebutuhan. Kompres hangat umumnya digunakan sebelum menyusui atau pumping untuk membantu ASI mengalir, sedangkan kompres dingin lebih dianjurkan untuk membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Kompres Hangat?

Kompres hangat dapat digunakan sebelum menyusui atau pumping untuk membantu membuat payudara terasa lebih rileks dan membantu ASI mengalir.

Pada sebagian Mommy, rasa hangat juga dapat membantu memicu let-down reflex (LDR), yaitu refleks alami yang membuat ASI mengalir ketika Si Kecil menyusu atau saat Mommy memompa ASI.

Selain itu, rasa hangat dapat membantu merilekskan otot di sekitar payudara, bahu, dan leher. Dengan tubuh yang lebih rileks, proses menyusui atau pumping bisa terasa lebih nyaman (Premier Surgical Network, 2023).

Manfaat kompres hangat

Kompres hangat dapat membantu:

  • Merangsang let-down reflex (LDR) sebelum menyusui atau pumping.
  • Membantu merilekskan otot di sekitar payudara, bahu, dan leher.
  • Membantu ASI mengalir lebih mudah saat menyusui atau pumping.

Cara menggunakan kompres hangat

Agar tetap nyaman dan aman, Mommy dapat mengikuti langkah berikut:

  1. Siapkan kompres hangat. Gunakan handuk kecil atau waslap yang dibasahi air hangat suam-suam kuku. Hindari suhu yang terlalu panas agar kulit tidak mengalami iritasi.
  2. Pilih alat yang nyaman. Selain waslap, Mommy dapat menggunakan botol kaca penyimpan ASIP berisi air hangat yang sudah dibungkus kain bersih, atau breast warm compress maupun warm gel pack yang dirancang khusus untuk area payudara.
  3. Tempelkan selama 5–10 menit. Gunakan kompres sebelum menyusui atau pumping. Pastikan suhunya nyaman di kulit (Sunway Medical Centre, n.d.).
  4. Lanjutkan dengan menyusui atau pumping. Setelah kompres, segera susui Si Kecil atau lakukan pumping agar ASI dapat mengalir.
  5. Lakukan kompresi payudara bila diperlukan. Saat menyusui atau pumping, Mommy juga dapat mencoba breast compression, yaitu memberikan tekanan lembut pada payudara ketika aliran ASI mulai melambat untuk membantu pengeluaran ASI.

Perlu diingat, Mommy, kompres hangat bukan bertujuan meningkatkan produksi ASI. Manfaat utamanya adalah membantu tubuh lebih rileks sehingga refleks pengeluaran ASI dapat berlangsung lebih optimal.

Namun, jika payudara mengalami pembengkakan atau edema, sumbatan ASI (plugged ducts), maupun mastitis, hindari menggunakan kompres hangat terlalu lama. Suhu hangat dapat meningkatkan aliran darah dan memperberat pembengkakan pada kondisi tersebut. Akibatnya, tekanan pada saluran ASI bisa meningkat dan nyeri terasa semakin berat. Pada kondisi ini, kompres dingin lebih dianjurkan untuk membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri.

Mommy dapat membaca lebih lanjut tentang mastitis agar lebih memahami kondisi peradangan pada payudara.

Alasan payudara bengkak saat menyusui

Kapan Sebaiknya Menggunakan Kompres Dingin?

Berbeda dengan kompres hangat, kompres dingin lebih dianjurkan untuk membantu meredakan pembengkakan, peradangan, dan rasa nyeri pada payudara.

Secara medis, suhu dingin menyebabkan pembuluh darah menyempit sementara atau disebut vasokonstriksi. Efek ini membantu mengurangi aliran cairan ke jaringan yang membengkak. Sensasi dingin juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri sehingga payudara terasa lebih nyaman (Mitchell et al., 2022).

Kapan kompres dingin sebaiknya digunakan?

Mommy dapat menggunakan kompres dingin ketika:

  • Payudara masih terasa penuh, nyeri, atau tidak nyaman setelah menyusui atau pumping.
  • Mengalami bendungan ASI (engorgement) yang membuat payudara terasa bengkak, keras, dan nyeri.
  • Mengalami sumbatan ASI (plugged ducts) untuk membantu mengurangi pembengkakan jaringan payudara.
  • Mengalami mastitis untuk membantu meredakan nyeri dan pembengkakan.

Cara menggunakan kompres dingin yang benar

Ikuti langkah berikut agar kompres dingin tetap nyaman dan aman:

  1. Siapkan kompres dingin. Mommy dapat menggunakan ice pack, cold gel pack, es batu yang dibungkus kain, atau botol kaca berisi air dingin.
  2. Bungkus dengan kain tipis. Jangan menempelkan es secara langsung ke kulit payudara untuk menghindari iritasi atau cedera akibat suhu dingin.
  3. Tempelkan selama 10–15 menit. Fokuskan pada area payudara yang terasa nyeri atau bengkak.
  4. Ulangi bila diperlukan. Kompres dapat dilakukan beberapa kali sehari dengan memberikan jeda di antara setiap sesi.

Selain menggunakan kompres dingin, Mommy tetap perlu memperhatikan pengeluaran ASI melalui menyusui atau memerah ASI secara rutin sesuai kebutuhan. Jika ada keluhan yang mengarah pada mastitis, penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi payudara dan arahan tenaga kesehatan.

Kapan Sebaiknya Menghubungi Dokter?

Kompres hangat maupun dingin dapat membantu meredakan keluhan tertentu saat menyusui. Namun, kompres bukan pengganti pemeriksaan medis apabila gejala tidak membaik atau justru semakin berat.

Mommy sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi jika mengalami tanda-tanda berikut:

  • Payudara masih bengkak, keras, atau sangat nyeri setelah 24–48 jam meskipun sudah mencoba penanganan di rumah.
  • Demam dengan suhu tubuh lebih dari 38°C, terutama jika disertai menggigil.
  • Area payudara semakin merah, terasa hangat saat disentuh, atau nyerinya bertambah berat.
  • Keluar cairan bernanah dari puting.
  • Tubuh terasa sangat lemas atau nyeri mulai mengganggu aktivitas menyusui maupun pumping.

Gejala tersebut dapat mengarah pada mastitis, yaitu peradangan pada jaringan payudara. Pada beberapa kasus, mastitis dapat berkembang menjadi abses payudara, yaitu kumpulan nanah yang memerlukan penanganan medis.

Dokter akan memeriksa kondisi Mommy untuk menentukan penanganan yang sesuai. Antibiotik dapat diberikan jika memang diperlukan, misalnya ketika mastitis disebabkan oleh infeksi bakteri. Pemeriksaan dan penanganan yang tepat membantu mengurangi risiko komplikasi (Mitchell et al., 2022).

Sambil memperhatikan kondisi payudara, Mommy juga dapat mempelajari cara mengeluarkan ASI dengan tangan melalui artikel Teknik Marmet, Cara Memerah ASI dengan Tangan agar Lebih Lancar. Memerah ASI dengan teknik yang tepat dapat membantu proses pengeluaran ASI sesuai kebutuhan.

Kesimpulan

Kompres hangat dan kompres dingin memiliki fungsi yang berbeda saat menyusui.

  • Kompres hangat: digunakan sebelum menyusui atau pumping untuk membantu tubuh rileks dan ASI lebih mudah mengalir.
  • Kompres dingin: digunakan untuk membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri, terutama setelah menyusui atau pumping.

Jika payudara mengalami pembengkakan, sumbatan ASI, atau mastitis, hindari menggunakan kompres hangat terlalu lama. Kompres dingin lebih dianjurkan untuk membantu meredakan keluhan tersebut.

Jangan abaikan payudara yang terus terasa nyeri, semakin merah, atau disertai demam. Segera periksakan diri ke tenaga kesehatan agar Mommy mendapatkan penanganan yang sesuai.

Masih bingung menentukan kompres yang tepat atau mengalami kendala menyusui lainnya? Mommy dapat berkonsultasi dengan Konselor Menyusui Mom Uung untuk mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan menyusui Mommy dan Si Kecil.

Referensi


FAQ Seputar Topik Ini

Payudara bengkak saat menyusui sebaiknya dikompres hangat atau dingin?

Kompres hangat dapat digunakan sebentar sebelum menyusui atau pumping jika membantu ASI mengalir. Sementara itu, kompres dingin lebih dianjurkan untuk membantu meredakan pembengkakan dan nyeri. Pilih sesuai kondisi payudara dan hindari panas berlebihan jika bengkak atau peradangan semakin berat.

Berapa lama mengompres payudara yang bengkak?

Berdasarkan panduan dalam artikel, kompres hangat dapat digunakan sekitar 5–10 menit sebelum menyusui atau pumping. Kompres dingin dapat ditempelkan selama 10–15 menit, dengan pembungkus kain dan jeda di antara sesi. Hentikan jika kulit terasa tidak nyaman.

Apakah kompres hangat bisa melancarkan ASI?

Kompres hangat dapat membantu tubuh lebih rileks dan mendukung refleks pengeluaran ASI (let-down reflex) pada sebagian ibu. Namun, kompres hangat tidak secara langsung meningkatkan produksi ASI. Hindari panas berlebihan atau penggunaan terlalu lama ketika payudara mengalami pembengkakan dan peradangan.

Belanja Produk Mom Uung di Official Shopee Store

Komentar / Tanya Dokter Spesialist

Dr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLC

Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLC atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚

Tulis komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Share
Mommin

Mommin

Content Writer Mom Uung.