Menyusui
Ditulis oleh:
Elsa Yuni KartikaElsa Yuni Kartika

Menyusui di Toilet, Aman atau Berisiko? Ini Faktanya

Mommin
Mommin
18 Mei 2026·3 min baca
0
Menyusui di Toilet, Aman atau Berisiko? Ini Faktanya

Salah satu kisah datang dari seorang ibu bernama Cho Ji-won. Ia bercerita bahwa saat bayinya lapar di luar rumah, ia sering menjadikan bilik toilet sebagai “tempat aman” untuk menyusui. Di ruang yang sempit dan kurang nyaman, ia terpaksa duduk di atas toilet agar bisa memberikan ASI tanpa merasa diperhatikan orang lain. Situasi ini tentu tidak ideal, tetapi sering kali menjadi satu-satunya pilihan yang tersedia saat itu.

Kondisi ini terjadi karena beberapa hal. Pertama, fasilitas ruang laktasi masih terbatas dan tidak selalu mudah ditemukan, bahkan di tempat umum seperti mal atau stasiun. Saat bayi sudah menangis karena lapar, ibu membutuhkan tempat yang cepat dan praktis, sehingga toilet menjadi pilihan darurat. Kedua, masih adanya stigma sosial terhadap ibu menyusui di tempat umum. Sebagian ibu merasa tidak nyaman karena takut mendapat tatapan atau komentar negatif, sehingga memilih tempat yang lebih tertutup meskipun kurang layak.

DAFTAR ISI

Kenapa Ini Tidak Disarankan untuk Mommy dan si Kecil?

Menyusui di toilet sebaiknya dihindari karena bisa berdampak pada kenyamanan dan kesehatan. Berikut beberapa alasannya:

1. Risiko kebersihan yang kurang terjaga

Toilet merupakan area dengan banyak kuman dan bakteri. Meskipun ASI memiliki kandungan antibodi, lingkungan yang kurang bersih tetap bisa meningkatkan risiko paparan kuman pada bayi yang daya tahan tubuhnya masih berkembang.

2. Mommy jadi tidak nyaman dan mudah stres

Proses menyusui membutuhkan suasana yang tenang agar tubuh bisa bekerja optimal dalam mengalirkan ASI. Jika Mommy merasa cemas, terburu-buru, atau tidak nyaman, produksi dan aliran ASI bisa ikut terpengaruh.

3. Bisa memengaruhi keberlanjutan menyusui

Ketika menyusui di luar rumah terasa sulit dan tidak nyaman, sebagian ibu bisa merasa kewalahan. Kondisi ini kadang membuat ibu beralih ke alternatif lain atau bahkan berhenti menyusui lebih cepat dari rencana awal.

Kesimpulan

Fenomena ini jadi pengingat bahwa proses menyusui bukan hanya tanggung jawab Mommy saja, tetapi juga membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar. Mulai dari keluargam fasilitas umum, hingga masyarakat, semuanya punya peran untuk menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi ibu menyusui.

Perlu dipahami juga, bagi ibu menysuui, payudara adalah sumber nutrisi utama bagi bayi, bukan sesuatu yang perlu dipandang negatif. Bayi tidak bisa menunda rasa lapar. Saat mereka membutuhkan ASI, mereka perlu mendapatkannya saat itu juga agar tetap nyaman dan terpenuhi kebutuhannya.

Harapannya, ke depan semakin banyak ruang laktasi yang bersih, mudah diakses, dan ramah ibu menyusui di berbagai tempat umum. Dengan begitu, tidak ada lagi ibu yang merasa tidak nyaman atau terpaksa mencari tempat yang kurang layak hanya untuk menyusui.

Untuk semua Mommy yang tetap berjuang memberikan ASI di tengah berbagai tantangan, semangat terus ya. Apa yang Mommy lakukan sangat berarti untuk tumbuh kembang si Kecil.

Belanja Produk Mom Uung di Official Shopee Store
Momuung

Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚

Tulis komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Share
Mommin

Mommin

Content Writer Mom Uung.